23,7 Lahan Sekitar Danau Toba Kritis

Jakarta – Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Kementrian LHK Hilman Nugroho menyatakan, sebanyak 88 ribu hektare (ha) lahan di sekitar Danau Toba dikategorikan sebagai lahan kritis. Jumlah itu setara 24% dari dari total lahan 370 ribu ha.

“Kendati demikian, Danau Toba Masih bisa diselamatkan. Perlu sinergi antarpihak dan kerja sama dengan swasta serta masyarakat,” ujar Hilman dalam keterangan resmi, Rabu (10/5).

Lebih lanjut Hilman menjelaskan, upaya menghijaukan kembali Danau Toba merupakan bagian dari Instruksi Presiden untuk menjadikan kawasan danau vulkanik ini sebagai salah satu destinasi wisata unggulan. Wilayah sasaran program revitalisasi tersebut antara lain berada di Tanjung Onta–Pematang Tigaras dan Tambun Raya, yang terletak di Kabupaten Simalungun.

Kedua daerah tersebut dipilih oleh PT Suri Tani Pemuka, anak usaha PT Japfa Comfeed Indonsia Tbk (JAPFA), sebagai lokasi pertama yang akan ditanami dengan tanaman endemik.

“Japfa memegang prinsip investasi sosial dalam melakukan berbagai kegiatan kepedulian masyarakatnya. Dalam kegiatan penghijauan ini, kami tidak hanya menanam pohon, tetapi mendorong pelibatan masyarakat untuk menghijaukan dan memanfaatkan hasil dari tanaman,” ujar R. Artsanti Alif, head of social investment Japfa.

Artsanti menambahkan, upaya konservasi juga harus didukung dengan konsumsi yang berkesinambungan. Upaya melakukan konservasi tanaman dan penghijauan juga harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Tanpa ada manfaat tersebut, upaya pengijauani tidak akan didukung oleh para pihak.

“Kami menanam antara lain petai, jengkol, asam gelugur, alpukat, mangga dan kayu manis di lokasi penghijauan. Selain berfungsi sebagai konservasi plasma nutfah, tanaman-tanaman itu hasilnya dapat dinikmati masyarakat setempat,” ucap Artsanti.

/beritasatu

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *