Wisatawan Masih Nyaman Berenang di Danau Toba

MEDAN – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun Resman Saragih mengatakan, dirinya belum tahu kebenaran adanya lintah yang diduga hasil limbah pakan perusahaan ternak ikan dan ternak babi di Danau Toba. Resman mengatakan, dirinya baru tahu informasi tersebut setelah membaca dari media massa. Hal ini, kata Resman sebagai bantahan terkait adanya pemberitaan yang menyebut dirinya telah saban tahun mengetahui adanya lintah di Danau Toba.

“Saya belum tahu kebenaran pasti soal adanya lintah dan kutu di air danau. Kalau pun ada, saya akan lihat langsung nanti. Saya tahunya dari pemberitaan dan berita video di Youtube. Salah kalau ada yang bilang saya sudah tahu lama. Gak mungkin saya biarkan itu,” katanya, Minggu (19/2).

Resman menjelaskan, demi memberi kenyamanan pada wisatawan, pihaknya dalam waktu dekat akan meninjau Danau Toba. Pihaknya juga sudah menyusun rencana kerjasama dengan stakeholder terkait. Langkah ini demi mengembalikan citra Danau Toba yang penuh pesona, keindahan dan ragam budaya.

“Saya akan ajak masyarakat, camat, stakeholder instansi terkait seperti Dinas Kebersihan dan LBH untuk segera melakukan optimalisasi kebersihan dan kenyamanan bagi wisatawan. Kalau pun benar sudah lama ada lintah itu, coba pastikan tanya BLH. Mungkin mereka sudah lebih dahulu mendapat informasi dari masyarakat atau pihak lainnya. Kalau saya belum cek langsung,” katanya.

Sementara itu, sejumlah wisatawan yang ditemui Tribun di beberapa titik di Danau Toba, Sabtu (19/2) mengaku tak terpengaruh dengan adanya pemberitaan isu adanya lintah dan kutu di air danau. Sejumlah wisatawan yang ditemui Tribun mengaku sudah mengetahui setiap tahun soal lintah dan kutu yang menyebabkan gatal-gatal tersebut.

“Ya menurut saya aman-aman saja kok mandi-mandinya. Ya namanya wisata pemandian ya wajib mandi kalau ke Danau Toba. Soal itu (lintah air) saya tahu ada itu, tapi kan gak di semua tempat adanya. Namanya juga di alam bebas ya masih aman-aman saja lah,” kata Riki Satriawan, wisatawan asal Tanjungmorawa yang mandi di satu titik lokasi pemandian di dekat Pesanggerahan Istana Presiden Soekarno.

Wisatawan lainnya asal Siantar, D Tarigan mengaku sudah melihat langsung lintah di air danau Namun dirinya menganggap adanya hewan air adalah hal biasa.

“Ini saya lagi lihat lintah ada di bebatuan. Tapi yang di areal lainnya masih banyak yang bersih kok. Lagian namanya alam bebas wajar lah ada hewan-hewan liar. Tapi kalau yang di dasar danau yang katanya banyak sisa limbah ikan dan ternak babi, itu harus perlu perhatian pemerintah. Apalagi Danau Toba mau dijadikan Monaco of Asia,” kata D Tarigan.

Sedangkan Endang Rukmansyah, wisatawan asal Medan mengaku tidak khawarir dengan adanya isu lintah dan air. Bahkan dikatakannya, saat ini Danau Toba sudah semakin tertata.

“Sudah lama gak kemari. Ini dalam rangka libur Imlek ke mari. Saya lihat ada perubahan, Danau Toba lebih indah. Kalau isu lintah itu sudah dengar, tapi ini baru mandikan adek bayi. Aman-aman saja. Tapi perlu jugalah kebersihan danau ditingkatkan dan petugas juga ditambah,” katanya.

Koordinator Pos Basarnas Danau Toba Torang M Hutahaean mengatakan, pihaknya tidak terlalu mempermasalahkan adanya isu lintah. Terkait hal ini, pihaknya berharap ada upaya pemerintah dalam kebersihan danau atau kawasan lainnya.

“Kalau soal lintah saya gak mau menduga. Kalau pun ada ya perlu perhatian juga. Harapan saya,  soal sampah di sekitar danau yang jauh lebih penting. Kalau bisa per 50 meter ada tong sampah, tong sampah organik dan plastik. Itu bisa membuat lebih nyaman. Kebersihan Danau Toba merupakan tanggungjawab bersama, pemerintah, pelaku wisata, perusahaan sekitar kawasan Danau Toba serta masyarakatnya,” katanya.

(tribun)

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *