Bicara Kawasan Danau Toba, Ini Harapan Pengusaha Truk

Jakarta – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia ingin sistem logistik masuk dalam rencana pembangunan infrastruktur dan transportasi Danau Toba. Mengingat Dana Toba masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Wakil Ketua Umum bidang Distribusi dan Logistik Aptrindo Kyatmaja Lookman mengatakan pengembangan infrastruktur jalur darat untuk menambah kapasitas orang, akan mengoptimalisasi pergerakkan barang.

“Pergerakkan orang kan harus dibarengi dengan pergerakkan barang, karena itu pariwisata point of consumption,” jelas Kyatmaja kepada Bisnis, Senin 6 Februari 2017.

Dia menjelaskan dengan perubahan status Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) maka ada sejumlah barang yang akan ikut diproduksi dan dikirimkan kesana. “Barang kan akhirnya harus dikirimkan juga, demikian juga untuk barang kebutuhan disana,” sambungnya.

Sebelumnya, Paul Ames Halomoan, Kepala Balai Besar Jalan Nasional II Medan mengatakan perjalanan darat dari Danau Toba ke Medan kondisinya baik.

“Kita sudah kontrak juga untuk multiyears, dari Desember 2016-2018, nilai kontraknya Rp 250-an miliar. Terus nanti didukung lagi dengan tol, dari Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi,” kata Paul.

Dia menjelaskan keseluruhan progres perbaikkan jalur darat ini akan selesai Desember 2017 sampai dengan Tebing Tinggi, dan dilanjutkan dari Tebing Tinggi ke Pematangsiantar lalu Parapat.

Menurut Paul, jalur yang macet selama ini berlokasi di Medan-Tebing Tinggi sepanjang 90 kilometer dan ditempuh paling cepat selama 3 jam. Bahkan, dalam masa liburan atau peak season bisa di atas 5 jam.

Dia pun optimistis kalau tol Kualanamu-Danau Toba rampung, maka perjalanan yang ditempuh hanya 2 jam dengan jarak 140 kilometer. “Makanya, kemarin Natal-Tahun Baru di Parapat bisa 11 jam ke Siantar, yang biasanya hanya dua jam,” tuturnya.

Selain melalui jalur darat, untuk mendukung wisata Danau Toba, masih ada jalan alternatif dengan pesawat turun di Bandara Silangit. Pasalnya, kondisi jalan dari Silangit ke Parapat cukup bagus. Tahun ini pemerintah juga masih menyediakan dana pemeliharaan untuk jalur tersebut.

“Trus ada jalan lagi dari Bandara Silangit ke uara. Itu bagus, baru selesai. Ada lagi jalan dari Bandara Silangit ke Dolog Sanggul ke Tele, masuk ke Samosir. Itu jalan juga cukup bagus,” jelasnya.

Khusus Tele Pangoroan keliling Samosir sepanjang 145 kilometer mulai dari Desember 2016 sudah ada kontrak multiyears yang akan selesai pada 2019. “Nah dananya itu, satunya 360 miliar, yang satunya 145 miliar, dua paket,” ujar Paul.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan rencana aksi pada proyek dan fasilitas pendukung kawasan Danau Toba. Seperti pembangunan jalan tol Tebing Tinggi ke Parapat dan Tebing Tinggi-Kuala Tanjung.

“Kita sedang persiapan untuk penanganan BPJT-nya. Harapannya, dia bulan Februari ini kami rencanakan tanggal 20-an bisa ditandatangani,” ungkap Herry.

Herry mengatakan, saat ini proyek tol di Sumatera itu dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) akan membentuk Joint Venture (JV) dengan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Waskita Toll Road. “Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang dikerjakan Jasa Marga sekarang, nanti insya Allah 2017 selesai. Nanti lanjutannya dari yang Tebing Tinggi-Parapat-Kuala Tanjung,” jelasnya.

Herry memprediksi pembangunan tol ini akan rampung pada akhir 2017. “Memang yang terakhir paket (pekerjaan) yang di ujung baru mulai. Tapi masih kita kejar untuk di tahun ini,” sambungnya.

/tempo

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *