Pantai Bulbul, Sisi Lain Keindahan Danau Toba

COMETOLAKETOBA.com– Belum lama ini saya kembali lagi ke kampung halaman tercinta, Balige, di Kabupaten Tobasa, dan menyempatkan diri menikmati pesona Danau Toba dari Pantai Bulbul. Setiap kali menginjakkan kaki di pantai ini, kembali terkenang masa kecil, bermain di atas pasir putih, menceburkan diri ke danau, dan menikmati hembusan angin yang bertiup kencang.

Dulu, saya masih ingat, perahu kecil yang biasanya digunakan untuk menangkap ikan di waktu senggangnya teronggok di tepi pantai ini. Tertutup pasir karena jarang dipakai, setelah Oppung saya itu sakit dan meninggal ketika saya masih duduk di bangku SMP.

Sepeninggalnya, Oppung saya mewarisi sebidang tanah untuk anak-anaknya. Bapak saya diwarisi tanah di tepi danau. Bapak saya awalnya tidak terima, kenapa tanah di tepi danau, bukan sepetak sawah seperti saudaranya yang lain? Oppung saya bilang, jangan khawatir, tanah itu suatu saat akan bernilai lebih dari yang dibayangkan.

Belum lama ini saya kembali lagi ke kampung halaman tercinta, Balige di Kabupaten Tobasa dan menyempatkan diri menikmati pesona Danau Toba dari Pantai Bulbul. Setiap kali menginjakkan kaki di pantai ini, kembali terkenang masa kecil, bermain di atas pasir putih, menceburkan diri ke danau, dan menikmati hembusan angin yang bertiup kencang.

Dulu, saya masih ingat, perahu kecil yang biasanya digunakan untuk menangkap ikan di waktu senggangnya teronggok di tepi pantai ini. Tertutup pasir karena jarang dipakai setelah oppung saya itu sakit dan meninggal ketika saya masih duduk di bangku SMP.

Sepeninggalnya, oppung saya mewarisi sebidang tanah untuk anak-anaknya. Bapak saya diwarisi tanah di tepi danau. Bapak saya awalnya tidak terima, kenapa tanah di tepi danau, bukan sepetak sawah seperti saudaranya yang lain? Oppung saya bilang, jangan kuatir, tanah itu suatu saat nanti akan bernilai lebih dari dibayangkan.

Seiring waktu, apa yang dikatakan oppung saya ternyata benar. Seonggok keindahan Danau Toba tersimpan lama di sana. Dan kini, pesonanya itu dapat dinikmati siapa saja sejak Pemerintah Tobasa mengembangkan kawasan ini sebagai objek wisata Balige.

Saya pun tidak menyangka Lumban Bulbul akan menjadi kawasan wisata seperti sekarang ini. Masyarakat mulai menikmati hasilnya dari usaha pariwisata, seperti kuliner. Penduduk setempat mulai belajar bagaimana melayani tamu dengan baik sehingga kawasan itu dikunjungi kembali dan lebih banyak lagi wisatawan yang datang ke sana.

pantai-bulbulSaya hanya berharap pemerintah Tobasa benar-benar tulus mengembangkan kawasan ini agar semakin berkembang. Bukan semata-mata demi tujuan proyek yang bisa dikorupsi; atau menjadi ajang untuk memuaskan mimpi para pencari uang semata. Sehingga, Pantai Bulbul benar-benar sebuah kawasan wisata yang punya jiwa, alami dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat dan tentu saja dapat berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

Begitu juga dengan masyarakat agar satu visi mengembangkan kawasan ini menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan.

Tentu, Pantai Bulbul masih harus berbenah untuk lebih baik. Bukan hanya siap segi fasilitas untuk wisatawan, tapi juga bagaimana “pelayan” bagi setiap wisatawan. Jangan pernah sekalipun membuat wisatawan kecewa karena berbagai alasan; mulai dari harga makanan yang transparan, layanan yang disertai keramahan dan yang tidak kalah penting ialah menjaga kebersihan di sekitar danau.

Keindahan Pantai Bulbul adalah aset yang berharga dan jangan sampai pariwisata yang komersial menjadikan lingkungannya menjadi rusak dan kotor. Ini adalah sebuah dilema yang sering hinggap di benak saya. Pariwisata hendaknya jangan sampai merusak lingkungan dan menghancurkan kearifan lokal.

pantai-bulbul-baligePantai Bulbul adalah sisi lain keindahan Danau Toba. Asaku, semoga ia menjadi kawasan wisata yang tetap mempertahankan pesonanya itu.

 

/VIVA

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *