Danau Toba Kini Punya Tuan

Medan. Destinas wisata Danau Toba kini sudah punya Tuan. Jika selama ini dikelola oleh tujuh pemerintah kabupaten di kawasan danau nan molek itu, sekarang menjadi satu pintu. Ya, hanya dikelola oleh Badan Otorita Danau Toba alias BODT yang dilantik Menteri Pariwisata Aief Yahya pada November 2016 silam. Mahluk apa gerangan BODT yang diketuai oleh Ari Prasetyo itu?
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara Elisa Marbun kepada MedanBisnis, Selasa (27/12), BODT yang berada di bawah koordinasi Menteri Pariwisata sudah bekerja di lapangan di tujuh kabupaten sekitar Danau Toba. Mereka sedang mengkaji bagaimana kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur, lingkungan hidup dan sebagainya.

Misalnya kawasan-kawasan mana yang bisa dipakai untuk destinasi. Sehingga tidak menimbulkan dampak buruk kepada lingkungan serta tidak bersinggungan dengan tanah ulayat. Juga sedang mengobservasi 500 hektare yang ada di Toba Samosir, dan bagaimana membangun resor yang terbaik.

Elisa pun optimis bahwa pada 2017 akan ada peningkatan kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara khususnya ke Danau Toba. Apalagi jika tol Kualanamu – Tebingtinggi (dan terus ke Parapat) selesai. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi kekurangan-kekurangan yang ada mulai dari atraksi budaya, infrastruktur pelayanan kepada wisatawan dan lain sebagainya.

Yang jelas, pihak Dinas Pariwisata akan mempersiapkan berbagai atraksi dan promosi agar wisatawan terus datang. Masyarakat di sekitar Danau Toba pun diimbau memberikan pelayanan prima, dan benar-benar sudah siap menjadi pelayan bagi wisatawan. “Itu harus terpatri di hati masyarakat,” ungkap Elisa.

Sebagaimana diketahui, pada Juni lalu, Presiden Joko Widodo merilis Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Danau Toba (BODT) yang bertanggung jawab langsung kepada presiden. Susunan organisasi Otorita Danau Toba terdiri atas Dewan Pengarah dan Badan Pelaksana.

Badan Pengarah bertugas menetapkan kebijakan umum, memberikan arahan, melakukan pengendalian dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan pengelolaan, pengembangan dan pembangunan kawasan Danau Toba. Juga menyinkronkan kebijakan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah mengenai pengelolaan, pengembangan dan pembangunan kawasan Danau Toba.

Dewan Pengarah ini terdiri dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Menteri Pariwisata, Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Agraria/Kepala BPN, Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri SDM, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri PANRB, Kepala BKPM, Sekretaris Kabinet dan Gubernur Sumatera Utara.

Adapun Badan Pelaksana menjalankan operasional sehari-hari dan menyusun Rencana Induk Pembangunan Kawasan Danau Toba dan Rencana Detail Pengembangan Kawasan Pariwisata Danau Toba.

Momentum Kebangkitan
Menurut Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana, pengembangan Danau Toba sebagai destinasi unggulan menjadi momen kebangkitan pariwisata di Sumut, terutama untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Dia optimis meskipun kondisi infrastruktur saat ini belum belum rampung, karena tinggal menunggu operasional tol Medan-Tebingtinggi.

Denny berkaca pada Raja Ampat yang infrastrukturnya bagus ternyata dikejar wisatawan. “Nantinya Danau Toba akan seperti itu,” ujarnya optimis. Hanya saja, perlu dilakukan sejumlah pembenahan sehingga menarik dan layak jual. “Toh, harus ada event dan promo. Tidak cukup hanya menunggu wisatawan, tapi harus dipromosikan hingga ke mancanegara,”ujarnya.

Selain itu, harus bersinergi antara pemerintah daerah, Badan Otorita Danau Toba, pelaku industri wisata, dan masyarakat. Masyarakat misalnya, harus terus dikampanyekan agar senyum menyambut wisatawan. “Coba lihat Bali, warganya sangat ramah menyambut wisatawan,” ujar Denny. Jangan sampai turis yang datang malah banyak cemasnya karena kurang nyaman.

Satu lagi: semua hotel dan pekerja nantinya sudah tersertifikasi sesuai standar.

/medanbisnisdaily

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *