Investor China Serbu Sumut

MEDAN – Investor-investor asal Provinsi Hubei, China yang tergabung dalam Sunrise INternational Investment Group memastikan menanam modal mereka untuk berbagai proyek infrastruktur dan energi di Sumatra Utara.

Pemprov Sumut memastikan pemberian kemudahan bagi para investor tersebut.

Kepastian penanaman modal ini merupakan hasil dari beberapa kali kunjungan Pemprov Sumut ke Hubei. Pemprov Sumut  bahkan sudah menyepakati kerja sama pengembangan kawasan ekonomi terpadu di antara kedua provinsi pada awal Agustus 2016.

Adapun, beberapa rencana investasi yakni Sunrise Field Eco-Energy Development Co. Ltd. untuk pembangunan kawasan industri di Batubara.

Tak hanya itu, perusahaan akan menjadikan kawasan ini sebagai salah satu pusat perekonomian baru, dengan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 1.800 MWA. Untuk pembangunan PLTU tersebut, Sunrise Field Eco-Energy akan bekerja sama dengan PT Bumi Energy Bersinar.

Lalu, ada Wuhan City Sendler and Technology Co. Ltd bekerja sama dengan PT Bumi Energy Bersinar untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya dan batubara dengan kapasitas masing-masing 100 MW di Nias.

“Saya meminta instansi-instansi terkait segera membentuk tim dan bekerja sama untuk menindaklanjuti minat para investor, terutama untuk proyek-proyek infrastruktur,” ujar Gubernur Sumut Tengkur Erry Nuradi, Senin (19/12/2016).

Selain itu, China Southern Power Grid Co. Ltd (Integrated Energy) akan merintis pembangunan pembangkit listrik bertenaga surya, gas alam, dan air. Penjajakan pembangunan akan menggunakan pendekatan teknologi bersih.

Erry menjelaskan, Sunrise International Investment Group telah empat kali mengunjungi Sumut sejak Agustus hingga November 2016. Grup tersebut berkomitmen menanamkan US$100 miliar untuk pembangunan kawasan strategis ekonomi Asia Tenggara di Sumut. Rencananya, kawasan ini akan meliputi Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Batubara.

“Mereka juga berminat memang untuk pengadaan pembangkit listrik, terutama di Nias. Selain itu, mereka juga mau mendukung pembangunan di Danau Toba, khususnya jalan tol Medan-Tebing Tinggi-Parapat serta Pelabuhan Kuala Tanjung bersama Pelindo I,” tambah Erry.

Sunrise International Investment Group juga menggandeng China State Construction Engineering Coorporation asal Malaysia sebagai mitra pembangunan infrastruktur. Mereka tengah menjajaki kemungkinan kerja sama tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian BUMN.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Sumut Purnama Dewi menjelaskan, para investor asal negeri tirai bambu tersebut memang telah lama melirik potensi di Sumut.

“Selain kami juga aktif, mereka juga kelihatan serius. Beberapa kali pertemuan begitu. Kami terutama memang mengarahkan ke Danau Toba dan infrastruktur lain. Ternyata mereka juga minar bangun kawasan industri dan pembangkit listrik. Kami menyambut baik semua rencana mereka,” ucap Dewi.

Dia merinci, realisasi investasi Sumut hingga kuartal III/2016 mencapai Rp11,39 triliun dari total target BKPM Rp12 triliun. Realisasi pada sektor listrik, gas dan air untuk PMA tercatat paling tinggi yakni Rp2,57 triliun. Berdasarkan lokasi, sasaran PMA terutama ke Deli Serdang 37%, dan Tapanuli Utara 27%.

Berdasarkan asal negara, investor asal Malaysia masih mendominasi yakni Rp2,88 triliun, diikuti Jepang Rp2,33 triliun, Singapura Rp1,77 triliun dan Hongkong serta China Rp1,36 triliun.

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *