Jalan Lingkar Samosir Dilebarkan Untuk Dukung Wisata Danau Toba

SAMOSIR – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melebarkan  jalan lingkar Samosir di Provinsi Sumatera Utara sepanjang 145 km untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba (KSPN).

Jalan lingkar Samosir akan dilebarkan dari  semula 7  meter  menjadi  14 meter. “Penanganan jalan lingkar Samosir akan dilakukan dengan kontrak tahun jamak (multiyear) selama 3 tahun sejak tahun anggaran 2016,” kata. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) II Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Paul Ames Halomoan.

Menurut Paul, pekerjaan pelebaran akan dilakukan menjadi  2 paket, yakni paket I untuk penanganan jalan sepanjang 69 km senilai Rp 371 miliar dan paket II senilai Rp 174 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 34 km. Untuk sisa sekitar 42 km akan ditangani  tahun 2017.

Penawaran tender sudah selesai dilakukann dan diharapkan pertengahan Desember 2016 ini kontrak pekerjaan lingkar Samosir ini sudah  bisa ditandatangani.

Jalan lingkar Samosir dari lebar 14 meter tersebut akan dipergunakan untuk kendaraan bermotor selebar 7 meter dan sisanya akan diperuntukkan bagi pengendara sepeda dan pejalan kaki.

“Tapi khusus di kawasan pariwisata seperti di Tomok, atau tempat lainnya, kita akan buat lebih lebar lagi supaya ada taman bermainnya, dan saat ini juga sedang kita bahas dengan pemda, apabila ada tempat dengan panorama indah akan dibuat tempat istirahat (rest area),” jelas Paul.

Mengenai pembebasan lahan, Paul mengatakan pihaknya tidak menemui masalah karena pemerintah Kabupaten Samosir telah membangun komunikasi yang cukup baik dengan masyarakat. Hanya saja, pemkab meminta bantuan untuk anggaran pembebasan lahan karena tidak sanggup apabila hanya melalui APBD.

“Tahun 2016 ini kami bantu pembebasan lahan sebesar Rp 5 miliar, selebihnya mereka. Tahun 2017 nanti juga sama, mereka butuh berapa nanti kita sharing anggarannya,” tutur Paul.

Jalan lingkar Samosir semula merupakan jalan milik Pemkab, namun telah diserahterimakan kepada Kementerian PUPR di tahun 2015. Selain jalan lingkar tersebur, BPJN II juga akan melaksanakan pembangunan kembali jembatan Tanah Ponggol, yaitu jembatan penghubung menuju pulau Samosir.

“Selain itu kebijakan Presiden dan Menteri yaitu melanjutkan lagi jalan tol dari Tebing Tinggi-Siantar-Parapat. Sekarang sedang dalam tahap desain dan akan dilanjutkan dengan tahap pembebasan lahan, dan diharapkan tahun 2019 jalan tol Medan-Tebing Tinggi-Parapat bisa selesai,” ujar Paul.

Apabila jalan tol tersebut sudah selesai maka wisatawan yang ingin mengunjungi Danau Toba melalui Parapat cukup menempuh perjalanan selama 2 jam dari Medan atau Bandara Kualanamu.  “Kalau sekarang bisa 4 jam kalau lalu lintasnya lancar, bila macet bisa 6 jam sampai di Parapat,” tutup Paul.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan bahwa perbaikan jalan lingkar Samosir sangat ditunggu masyarakat, karena diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan dan otomatis meningkatkan perekonomian masyarakat Samosir.

“Harapan penduduk Samosir sudah sangat semangat untuk menantikan pembangunan jalan dan perbaikan Jembatan Tanah Ponggol di Samosir. Pembebasan lahan tidak masalah karena masyarakat menyambut baik,” tambah Rapidin. (Faisal/win)

/poskotanews

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *