Danau Toba Jadi Wisata Dunia, KLHK Rehabilitasi 89 Ribu Hektare Lahan Kritis

Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan melakukan kegiatan rehabilitasi pada kawasan Danau Toba Sumatera Utara untuk jadi kawasan agro eco wisata. Lahan seluas 89 ribu hektare disiapkan untuk hutan lindung kemasyarakatan.

“Kami dapat tugas pertama lakukan rehabilitasi kawasan hutan dan diluar hutan khususnya tanah kritis di situ ada 89 ribu hektare di 7 kabupaten dan itu akan menjadi target pendek, menengah dan panjang,” kata Sekjen Kementerian LHK Bambang Hendroyono kepada detikcom, Selasa (29/11/2016).

Untuk jangka pendek, 1 juta pohon akan ditanam di lereng bukit yang mampu menampung air dalam jumlah banyak sehingga diharapkan bisa menimbulkan sumber air baru. Sementara di kawasan bawah akan ditanami pohon buah-buahan produktif.

Keramba ikan di danau juga akan dikurangi karena dinilai sudah merusak lingkungan. Sementara masyarakat pencari ikan akan diberi keahlian lain seperti menanam pohon kayu yang bisa dipanen.

Tidak hanya itu, lanjut Bambang, industri atau pabrik di sekitar Danau Toba akan dievaluasi. Sanksi bahkan pencabutan izin akan diterapkan jika ada pabrik yang terbukti mencemarkan lingkungan.

“Kita lagi lakukan evaluasi izin lingkungannya dan pemberian sanksi dan bagi yang tidak memenuhi dan mencemarkan Danau Toba akan dievaluasi, diberi sanksi sampai mungkin bisa ada pencabutan kalau terbukti pencemaran berat,” tegas Bambang.

Pemerintah menurutnya ingin 7 kabupaten di wilayah Danau Toba dapat berkembang, tidak hanya Kabupaten Toba Samosir saja. Karena itu, program rehabilitasi Danau Toba dilakukan seluruh kementerian terkait bersama pihak swasta serta masyarakat.

/Detik.com

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *