Sepasang Kekasih Pertama Yang Melakukan Pernikahan Di Tepi Danau Toba

Pernikahan antara Lambok Risdianto Purba dan Sarah Jane Martina Nainggolan digelar di luar ruangan dan disebut sebagai pernikahan luar ruang (out door) pertama yang digelar di tepi Danau Toba, Sumatera Utara.

Karena mencatat sejarah, pasangan asal Jakarta itu didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI).

Demikian disampaikan Dinas Parwisata dan Seni Kabupaten Samosir, tentang pernikahan yang digelar di Silintong Hotel, Tuktuk Siadong Sabtu (19/11/2016).

Dari foto-foto tersebut, tampak upacara pemberkatan nikah dilakukan di tepi Danau Toba. Puluhan undangan tampak duduk di kursi yang menghadap ke danau vulkanis terbesar di dunia tersebut.

Pernikahan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga, Kadis Pariwisata Samosir, Ombang Siboro, Istri Bupati Humbahas, Ny Dosmar Banjarnahor Boru Panjaitan,  dan juga artis Batak, Marsada Band.

Melalui program Lake Toba Wedding Tourism ini, Dinas Parsenibud Samosir berharap, sektor wisata di kabupaten tersebut bisa terdongkrak.

Ini Alasannya

Pernikahan Lambok Rusdianto Purba dan Sarah Jane Martina Nainggolan menyorot perhatian publik karena dilaksanakan di tepi Danau Toba, Sumatera Utara.

Apalagi, pernikahan tersebut juga sudah disetujui oleh Museum Rekor Indonesia sebagai pernikahan luar ruang (out door) pertama di danau vulkanis terbesar di dunia tersebut.

Lalu apa alasan pasangan Batak asal Jakarta ini mengikat janji suci di tepi Danau Toba?

Lewat akun instagramnya, Sarah mengatakan, melaksanakan pernikahan unik itu bukan karena kebanyakan duit.

“Niat dan tujuan kami murni karena ingin memajukan pariwisata tanah Batak, sehingga orang-orang lokallah yang nantinya yang pertama merasakan keuntungannya,” kata Sarah.

Apabila wedding industry di Danau Toba semakin dilirik, kata Sarah, kreativitas lokal yang akan mendapat keuntungan.

“Dari mulai tukang bikin souvenir, ibu-ibu penenun ulos, hotel, catering, EO-WO, MC, musicians, fotografer dan videografer bisa berkembang dan juga semakin maju,” ujarnya.

Sarah mengakui ide pernikahannya disusun sedemikian rupa agar mendapatkan banyak endorsement dan sponsor.

And glory be to God, Tuhan buka jalan untuk itu semua. Meskipun kita gak punya ‘orang dalam’. Murni, kirim proposal door-to-door. Dan ga jarang, kami di tolak,” ujar Sarah yang memang menggeluti bidang wedding tourism ini.

Netralnews

Post Author: Come To Lake Toba

You know my name but not my story

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *