Monumen Sisingamangaraja XII Jadi Ikon Kebebasan

(Medan) – Bila Anda hidup pada di era 1980-an hingga 2000-an, mungkin sempat melihat wajah Sisingamangaraja menghiasi uang kertas Rp 1.000. Sosok ini dikenal dengan wajahnya yang berjambang tersambung dengan janggut, serta dengan pakaian adat setengah badan dan ikat kepala khas Batak. Sisingamangaraja XII lahir pada tahun 1849 di Bakkara. Nama “Sisingamangaraja XII sendiri berasal dari bahasa sanskerta yaitu “Singa” dan “Mangaraja”.
Pada saat usianya baru 19 tahun ia dinobatkan menjadi raja. Ia pun dikenal sebagai sosok raja yang muda tapi bijaksana dan pemberani. Untuk melawan Belanda, Sisingamangaraja XII menjalin kerja sama  dengan beberapa suku di Aceh dan kerajaan Aceh serta dengan kerajaan Minangkabau. Berkat jalinan kerjasama persekutuan inilah yang menyebabkan Aceh dan tanah Batak sulit ditaklukkan Belanda. Sisingamangaraja XII dikenal sebagai sosok yang anti perbudakan dan penindasan.
Ia sangat menghargai hak kemerdekaan hidup. Maka dari itu ia berjuang menentang penindasan Belanda di Indonesia. Untuk menghormati perjuangan Raja Sisingamangaraja XII, tahun 1979 dibangun Monumen Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII di Kota Medan. Monumen Sisingamangaraja XII di Jalan Sisingamangaraja merupakan satu di antara beberapa ikon kota Medan. Monumen yang selalu tampak kusam dan kotor ini baru saja disulap dan kini tampak lebih menarik.
Lapisan cat baru dilumuri di seluruh bagian patung. Keindahan kian menyeruak dengan penambahan aneka bunga dan difungsikannya kembali area kolam. Monumen patung Sisingamangaraja dibangun tinggi dengan pijakan seekor kuda, khas Raja Sisingamangaraja. Ikon yang mengisahkan tentang perjuangan seorang Raja Sisingamangaraja saat mempertahankan tanah leluhur pada masa penjajahan. Monumen tersebut berada di area taman dengan rumah Batak yang dipagari tinggi.
Sayangnya, untuk dapat masuk ke monumen tersebut harus izin terlebih dahulu kepada petugas, karena pagarnya selalu dikunci. Wisatawan hanya bisa mengambil foto dari luar pagar menginngat monumen dan rumah Batak tersebut memang tampak jelas dari luar pagar.
Sejarawan Kota Medan, Ichwan Azhari, menuturkan Sisingamangaraja memiliki peran dan jasa yang besar dalam memperjuangkan kemerdekaan di Sumatera Utara. “Sisingamangaraja merupakan pahlawan dari Sumut. Jadi sudah selayaknya monumen tersebut menjadi ikon dan daya tarik bagi wisatawan. Tentunya harus dijaga dengan baik serta dirawat,” tegasnya.

mdn/tribun

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *