Danau Toba Serap Dana Lebih Besar Daripada Pariwisata Nasional Lainnya

Pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur pariwisata untuk tiga destinasi wisata yang dipilih menjadi prioritas pengembangan dari 10 Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN). Tiga kawasan ini antara lain Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketiga wilayah ini dipilih karena kunjungan wisatawannya cukup tinggi, dan sangat potensial menjadi sumber besar penerimaan negara. Untuk tiga wilayah ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp 766 miliar dari pagu APBN 2017. Danau Toba menyerap dana paling besar, yaitu mencapai Rp 518,05 miliar.

“Yang kita bisa lihat, tiga terpilih ini memang yang kunjungannya terbesar selain Bali. Kemudian, untuk pariwisata Danau Toba sudah direncanakan sejak sepuluh sampai dua puluh tahun yang lalu. Borobudur juga sebagai world heritage. Mandalika juga sudah dua puluh tahun ini dikembangkan,” kata Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Rido Matari Ichwan dalam Diskusi Media di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (28/10).

PUPR sendiri akan mendukung dari segi infrastruktur baik akses jalan, peningkatan sumber daya air, keciptakaryaan, maupun penyediaan perumahan bagi tiga destinasi wisata prioritas ini.”Pada pengembangan kawasan Danau Toba saat ini sedang dalam proses pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, yang ditargetkan selesai di 2018. Dan juga pembangunan Jalan Tol Tebingtinggi-Siantar-Parapat yang ditargetkan selesai pada tahun 2019,” tutur Rido.

Pariwisata memang menjadi andalan pemerintah saat ini untuk meningkatkan penerimaan negara. Dalam hal mengembangkan kawasan wisata, dilakukan koordinasi antar- kementerian/lembaga (K/L) untuk bisa dijaga dengan baik fungsinya.

Infrastruktur di Indonesia sendiri saat ini masih berada dalam peringkat yang rendah. Peringkat daya saing indeks global Indonesia terus turun sejak tahun 2014, dari 34 menuju 37 dan terakhir 2016 di posisi 41.

Beberapa parameter daya saing pariwisata Indonesia juga mengalami kelemahan. Seperti infrastruktur darat dan laut, kesehatan dan kebersihan, infrastruktur pelayanan turis, dan lingkungan hidup. Ke-4 hal ini menjadi faktor yang melemahkan daya saing pariwisata Indonesia.

Adapun rincian anggaran tahun 2017 dari bidang PUPR untuk 3 kawasan wisata prioritas tersebut, di antaranya Danau Toba adalah guna penyediaan air baku (embung, sungai dan irigasi) dengan anggaran Rp 166,9 miliar; pemeliharaan, preservasi, dan pelebaran jalan nasional Rp 278,4 miliar, air bersih, persampahan, pengelolaan air limbah, dan penataan kawasan kumuh Rp 57 miliar; dan peningkatan kondisi atau perbaikan kualitas perumahan swadaya Rp 15,75 miliar.

Anggaran untuk Borobudur adalah penyediaan air baku (embung, sungai dan irigasi) sebesar Rp 16,5 miliar; pemeliharaan, preservasi, dan pelebaran jalan nasional Rp 36,6 miliar; air bersih, persampahan, pengelolaan air limbah, dan penataan kawasan kumuh Rp Rp 17,6 miliar; dan peningkatan kondisi atau perbaikan kualitas perumahan swadaya Rp 3 miliar.

Anggaran untuk Mandalika adalah penyediaan air baku (embung, sungai dan irigasi) sebesar Rp 34,6 miliar; pemeliharaan, preservasi, dan pelebaran jalan nasional Rp 3,1 miliar; air bersih, persampahan, pengelolaan air limbah, dan penataan kawasan kumuh Rp 110 miliar; dan peningkatan kondisi atau perbaikan kualitas perumahan swadaya Rp 26,2 miliar.

Sumber : medanbisnisdaily

Post Author: Come To Lake Toba

You know my name but not my story

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *