Saksikan Ritual Topeng di Jong Bataks Arts Festival di Medan

MEDAN – Jong Bataks Arts Festival #3 2016 yang akan dihelat pada 25-28 Oktober 2016 menawarkan konsep Ritual Topeng Dalam Seni Pertunjukan di Taman Budaya Sumatera Utara.

Pemilihan konsep Ritual Topeng telah digagas dan didiskusikan secara matang dari berbagai referensi dan literatur batak. Selama berbulan-bulan konsep ini dikaji secara teoritis, filosofis dan praksis dalam konteks kekinian.Kekinian dalam arti sebagai sebuah spirit, Jong Bataks Arts Festival adalah sebuah event budaya yang mencoba merangkul generasi muda untuk lebih dekat kepada identitas bangsa yang berbhineka tunggal ika.

Direktur Rumah Karya Indonesia Ojax Manalu  menegaskan membangun Sumatera Utara yang multietnis harus memiliki gagasan yang dapat membentuk jembatan untuk menghubungkan berbagai perbedaan yang terawat dengan baik. Apalagi Batak, dalam sejarahnya banyak mengalami dinamika dan pergolakan yang menghabiskan energi kreatif sendiri.

Jong Bataks Arts Festival hadir dengan tekad dapat membangun jembatan untuk mempertemukan berbagai puak yang ada di sekitaran Danau Toba. Ada 7 kabupaten yang secara administratif masuk ke kawasan Danau Toba. Kawasan yang memiliki kekhasan kebudayaannya. Begitu juga dengan ritual-ritual yang dibentuk oleh para leluhur bangsa batak,

Ia mengakui selama tiga tahun event ini berlangsung selalu saja ada pandangan miring tentang batak dan bukan batak. Rumah Karya Indonesia sebagai rumah para generasi muda yang punya kepedulian terhadap kebudayaan yang ada di tanah Sumatera Utara membangun festival ini secara intens untuk mengikis paradigma itu. Zaman terus bergerak. Di era media yang mampu menembus wilayah-wilayah privasi seseorang tidaklah urgen menafsir batak atau bukan batak. Setiap puak yang ada di lingkar luar dan lingkar dalam kawasan danau Toba masing-masing memiliki ritual, di titik inilah seluruh elemen yang ada di Sumatera Utara bisa menjalin komunkasi.

“Salah satu ritual yang memiliki kedalaman filosofis ini adalah ritual topeng batak. Topeng menjadi ikon untuk mengekspresikan gelombang rasa di diri kita. Topeng ini menjadi sesuatu yang bisa  hidup dan menghidupkan. Berdasarkan pembacaan konteks kekinian generasi muda batak yang ada di kota, banyak yang jauh dari akar budayanya. Salah satu strategi untuk mendekatkan seni budaya di Sumatera Utara  dengan publik adalah mewujudkan event untuk terus berkelanjutan dan tentunya  mampu menjadi event kesenian,” tegasnya.

Sumber:jaringnews

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *