Keramba Jaring Apung Masih Ada, Danau Toba Milik Siapa ?

PARAPAT– Keramba jaring apung (KJA) yang disebut-sebut sebagai sumber pencemaran air di Danau Toba, hingga kini masih terlihat terbentang di sekitar danau tersebut.

Sementara itu, belum lama ni pemerintah Kabupaten Samosir mengatakan pihaknya akan mengkaji ulang KJA di perairan Danau Toba, Kabupaten Samosir, karena telah menimbulkan pencemaran air dan tidak sejalan dengan pengembangan pariwisata Danau Toba dalam kerangka Badan Otorita Danau Toba.

Sesuai data yang dikelarkan Pemkab Samosir, sekitar 90 persen masyarakat Kabupaten Samosir mengkonsumsi air minum dari Danau Toba, sementara Badan Lingkungan Hidup Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan 69 persen pencemaran air Danau Toba berasal dari kegiatan keramba ikan.

Selain menimbulkan pencemaran air, kehadiran keramba itu di Danau Toba telah punya andil untuk merusak pemandangan. Dan menurut sejumlah warga Parapat yang buka restoran di pinggiran Danau Toba mengatakan dengan nada tanya, apa hak pemilik keramba membuka usaha peternakan ikan di Danau Toba. ‘’Memang Danau Toba milik siapa. Milik pribadi atau milik pemerintah?,’’tanya mereka.*

 

Sumber:tubasmedia

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *