Bupati Bangli Tertarik Tiru Wisata Danau Toba

SIMALUNGUN – Bali yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata dunia ternyata ingin belajar dari Kabupaten Simalungun. Salah satu kabupaten di Provinsi Bali, yakni Bangli, menyatakan tertarik meniru cara Simalungun mengembangkan wisata Danau Toba. Bupati Bangli, I Made Gianyar, yang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Simalungun selama tiga hari menilai banyak hal yang dapat diamati, ditiru, dan dimodifikasi dari Simalungun terkait pengembangan wisata danau. I Made menilai tata kelola Danau Toba di Kabupaten Simalungun sudah bagus jika dibandingkan Danau Batur yang ada di Bangli.

Tata kelola pariwisata Danau Toba telah terbukti mampu menggerakkan pendapatan dan perekonomian penduduk sekitar, khususnya di Kabupaten Simalungun. “Hal ini patut diamati, ditiru, dan dimodifikasi untuk kemudian diaplikasikan di Bangli.

Kami perlu belajari perda tentang pengelolaan warisan geopark dan lingkungan untuk diterapkan di kawasan kaldera Danau Batur. Setidaknya sektor pariwisata mampu menggerakkan perekonomian dan pendapatan untuk satu desa yang berada di area Danau Batur,” ungkap I Made, di Simalungun, Kamis (20/10). Menurut I Made, secara geografis Kabupaten Bangli dan Simalungun memiliki kesamaan, yaitu sama-sama memiliki danau.

Jika Simalungun punya Danau Toba maka Bangli memiliki Danau Batur. Kedua danau ini masuk dalam daftar geoparknasional. I Made berkunjung ke Simalungun bersama 25 orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kabupaten Bangli. Lawatan selama tiga hari ini merupakan kunjungan kerja balasan setelah Bupati Simalungun berkunjung ke Bangli beberapa waktu lalu.

Dia mengaku bahagia mengunjungi Simalungun karena disambut dengan ramah oleh masyarakatnya. “Saat kami berada di restoran Toredo kami disambut seperti keluarga sendiri oleh sang pemilik restoran yang telah berusia 94 tahun. Sapta pesona di kawasan Danau Toba sudah cukup bagus,” katanya. Meski demikian, I Made memberikan sejumlah masukan untuk pengembangan pariwisata di Danau Toba, khususnya dari pintu masuk Kabupaten Simalungun.

Di antaranya terkait akses transportasi yang dinilai masih terlalu jauh, baik dari Bandara Kualanamu maupun dari pusat kota Kabupaten Simalungun. Sementara Bupati Simalungun, JR Saragih, menyambut positif kunjungan kerja I Made dan rombongan ke daerahnya.

JR pun mengakui masih banyak tantangan yang perlu dibenahi dalam rangka meningkatkan sektor pariwisata Danau Toba, mulai dari sumber daya manusianya (SDM), akses transportasi dan sentra suvenir ciri khas Simalungun. ”Masyarakat di Simalungun tadi dikatakan sudah ramah, itu benar. Akan tetapi mengenai SDM, kita sendiri masih merasakan sangat kurang, tidak seperti di Kabupaten Bangli.

Sebab, sekolah menengah kejuruan (SMK) pariwisata yang ada di Simalungun baru genap dua tahun. Artinya belum menghasilkan SDM di lapangan,” terang JR Saragih. Terkait akses transportasi, menurut JR hal itu merupakan salah satu fokus perhatian Pemkab Simalungun saat ini. JR Saragih menyatakan, sesuai janji Presiden saat berkunjung ke Simalungun pada Agustus lalu, pemerintah pusat akan membangun moda transportasi berupa kereta api ekspres dari Kualanamu langsung ke Danau Toba.

“Anggaran telah disiapkan oleh Kabupaten Simalungun, tinggal menunggu proses administrasi di tingkat pusat. Jika proses administrasi ini selesai maka segala persiapan akan langsung kami kerjakan, sehingga masalah transportasi ini segera teratasi,” kata JR Saragih. JR juga mengatakan akan menyikapi berbagai masukan terkait suvenir atau sentra oleholeh khas dari Simalungun.

Apalagi selama ini banyak wisatawan yang bertanya terkait suvenir khas daerah. “Saya menginstruksikan kepada Dinas Pariwisata dan Perindustrian untuk secepatnya menyikapi hal ini, agar ke depannya wisatawan yang berkunjung Danau Toba tidak kecewa,” ujarnya.

Sumber:Sindo

cometoliketoba.com

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *