Hari Ulos Nasional 2016 Hadirkan Penenun dari Berbagai Daerah

MEDAN-Pemerintah Indonesia telah menetapkan ulos sebagai warisan tak benda Indonesia pada 17 Oktober 2014 yang lalu. Menindaklanjuti hal ini, para tokoh batak menyelenggarakan Perayaan Hari Ulos di Hotel Danau Toba, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (17/10/2016).

Peringatan ini merupakan Perayaan Hari Ulos kali kedua. Acara pertama dilaksanakan pada 17 Oktober 2015 lalu.

Dalam Perayaan Hari Ulos kali ini, panitia turut menghadirkan penenun ulos dari berbagai daerah. Para penenun ini mempraktikkan proses pembuatan ulos di pintu masuk Hotel Danau Toba.

“Kami dari Tarutung. Kehadiran kami di sini mau memperlihatkan proses pembuatan ulos yang benar. Saya sudah lebih 18 tahun menenun ulos. Pembuatan memang sulit. Satu ulos paling cepat selesai itu satu bulan. Rata-ratanya, tiga bulan,” sebut penenun ulos asal Tarutung, Retta Siregar.

Ia juga menjelaskan bahwa harga ulos tenun tergolong mahal. Hal ini sebanding dengan proses pembuatan yang tergolong rumit.

“Tergantung motifnya. Makin rumit, makin mahal. Buatnya juga pasti makin lama. Harga biasanya dari Rp 800 ribu sampai Rp 3 juta,” sambungnya.

(cr2/tribun-medan.com)

cometoliketoba.com

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *