Permukaan Air Danau Toba Surut, Ada Apa?

PARAPAT – Permukaan perairan Danau Toba di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengalami penurunan sekitar dua meter dari kondisi tinggi permukaan semula.

Effendi Bakkara, seorang warga sekitar memperkirakan, penurunan terjadi secara perlahan-lahan dan mulai menjadi perhatian masyarakat pada akhir pekan kemarin, karena perbedaannya dari tinggi sebelumnya cukup mencolok.

“Saya perkirakan pada empat-lima bulan lalu saat musim kemarau mulai melanda Kota Parapat,” kata Effendi, Senin (10/10/2016).

Dia berharap pemerintah kabupaten melakukan antisipasi dan sikap tegas, apabila ketinggian permukaan air tidak kembali seperti semula.

“Ini perlu supaya tidak timbul konflik horizontal antarwarga atau dengan pengusaha memperebutkan daratan yang bertambah,” usul Effendi.

Lurah Kelurahan Tiga Raja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Ferry Risdoni Sinaga mengatakan, penurunan permukaan air Danau Toba merupakan fenomena alam.

Menurut Doni, fenomena itu sudah berkali-kali terjadi, dan selalu dalam rentang waktu kira-kira empat lima tahunan saat kemarau panjang melanda.

“Saya menetap di Parapat sejak tahun 1992, dan beberapa kali melihat terjadinya penyusutan,” kata Doni.

Biasanya lanjut dia, saat musim penghujan dalam jangka panjang, perlahan-lahan permukaan air Danau Toba akan naik kembali.

Sumber:okezone

cometoliketoba.com

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *