Batik Gorga, Indahnya Motif Batik Batak

JAKARTA – Nama batiknya adalah Batik Gorga Batak. Gorga sendiri berarti corak, motif dan gambar ukiran yang ada di bagian luar Rumah Adat Batak Toba (Rumah Bolon) ataupun alat musik seperti gendang, serunai, dan kecapi.

Batik Gorga menampilkan berbagai ukiran-ukiran tersebut di atas kain. Proses pembuatannya dibuat dengan tulis menggunakan tangan, sedangkan warna menggunakan warna alami. Biasanya menggunakan warna Merah, Hitam dan Putih. Warna yang tiga macam ini disebut Sitiga Bolit atau Sitiga Bolit.

Sitiga Bolit sendiri adalah tiga benang dijalin secara teratur menjadi satu (bonang manalu) dengan ukuran tertentu digunakan untuk ikat yang melilit di kepala, seperti bentuk serban. Tiga (sitiga) artinya tiga, dan bolit artinya belit, belitan, pilinan, atau jalinan.

Ketiga warna tersebut juga mempunyai makna dan simbolisme khusus menurut kepercayaan religi Batak kuno, yaitu: Putih sebagai perlambang kesucian, kebenaran, kejujuran dan ketulusan (sohaliapan, sohapurpuran), juga simbol kosmologi Banua Ginjang (dunia atas). Merah sebagai perlambang kekuatan (hagogoon) dan keberanian, simbol Banua Tonga (dunia tengah). Hitam sebagai perlambang kerahasiaan (hahomion), kewibawaan dan kepemimpinan, simbol Banua Toru (dunia bawah)

Dulunya orang Batak Toba menggunakan bahan-bahan cat untuk pewarna alami, diambil dari batu hula, sejenis batu alam yang berwarna merah yang tidak dapat ditemukan disemua daerah. Cara untuk mencarinya pun mempunyai keahlian khusus. Batu inilah ditumbuk menjadi halus seperti tepung dan dicampur dengan sedikit air, lalu dioleskan ke ukiran itu. Cat Warna Putih diambil dari tanah yang berwarna Putih, tanah yang halus dan lunak dalam bahasa Batak disebut Tano Buro. Tano Buro ini digiling sampai halus serta dicampur dengan sedikit air, sehingga tampak seperti cat tembok pada masa kini.

Cat warna hitam diperbuat dari sejenis tumbuh-tumbuhan yang ditumbuk sampai halus serta dicampur dengan abu periuk atau kuali. Abu itu dikikis dari periuk atau belanga dan dimasukkan ke daun-daunan yang ditumbuk tadi, kemudian digongseng terus menerus sampai menghasilkan seperti cat tembok hitam pada zaman sekarang.  Ternyata dibalik setiap batik ada banyak kreativitas dan cerita yang menarik ya, jadi wajar kalau batik pada tanggal 2 Oktober 2009 ditetapkan oleh UNESCO dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia.

Ornamen Gorga ini banyak terdapat pada alat-alat musik Batak seperti tagading, hasapi, dan sebagainya. Dekorasi tradisional ukir dan lukis Batak ini merupakan salah satu sumber eksotisme bangsa Batak. Tak ada pola identik dalam ornamentasi gorga di rumah adat Batak. Sejumlah warna seperti hijau, biru, coklat, dan sebagainya ikut menambah kekayaan estetika gorga Batak dalam corak kain atau pakaian.

Karena semakin kaya, motif gorga semakin diminati oleh orang Batak, selain motif ulos yang sudah ada. Bahkan, batik motif gorga ini sudah banyak dipakai oleh orang non-Batak yang memang mencintai budaya bangsa.

Gorga, sebagai batiknya orang Batak ini juga sudah banyak dijual di situs-situs online. Jadi, siapa bilang orang Batak tidak punya batik?

/NETRALNEWS

Sumber : Wikipidea dan Berbagai sumber

cometoliketoba.com

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *