Kemiskinan di Kawasan Danau Toba Harus Hilang

SIANTAR-Ramles Silalahi, Ketua Perkumpulan Gaja Toba Semesta (PGTS), yang merupakan perkumpulan Alumni Institut Teknologi Bandung yang kampung halamannya berasal dari Kawasan Danau Toba, mengutarakan bahwa PGTS sangat konsen dalam pengentasan kemiskinan di Kawasan Danau Toba.

Saat memberikan semangat dan motivasi kepada ratusan siswa-siswi SMA beserta guru-guru pada rangkaian kunjungan dan kegiatan PGTS ke Kawasan Toba 29 September hingga 2 Oktober 2016 lalu di Kawasan Danau Toba, Ramles menyampaikan kegelisahannya atas kemiskinan di Kawasan Danau Toba.

“Bayangkan masih ada keluarga di Kawasan Danau Toba tidak punya listrik, aduh. Kemiskinan itu bukan angka. Bukan statistik. Kemiskinan itu kepahitan, Kesakitan, penderitaan.

Oleh karena itu setiap kali saya ketemu bupati selalu saya tanyakan adalah itu, berapa persen kemiskinan di daerah ini,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa mereka yakin dengan semangat yang dimiliki segenap anggota PGTS sepuluh tahun ke depan kemiskinan di Kawasan Danau Toba akan dientaskan.

“Kesejahteraan masyarakat yang menjadi fokus kita saat ini. Apa yang menjadi tekad kita dalam sepuluh tahun ke depan, kemiskinan di Danau Toba harus hilang,” tuturnya.

Kata Ramles, setiap kali ketemu kepala daerah yang ada di Kawasan Danau Toba, ia selalu bertanya berapa persen kemiskinan di daerah tersebut.

“Di daerah 10 sampai 15 persen, tergantung kabupetennya masih ada kemiskinan. Masa kalau hanya 10 persen ngak bisa kita selesaikan,” katanya.

Ramles menyakini bahwa dengan spirit, ketrampilan, pengetahuan teknologi, network dan sebagainya masalah kemiskinan di Kawasan Danau Toba dapat diselesaikan.

Ia memaparkan bahwa hal paling simpel dilaksanakan adalah pada petani dengan membantu sistem pertaniannya.

(ryd/tribun-medan.com)

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *