Ini Faktor Penting untuk Majukan Danau Toba Menurut Asosiasi Antropologi Indonesia

MEDAN – Banyak tokoh elit dan organisasi menjadi penentu keberhasilan pembangunan kawasan Danau Toba. Hal ini terlontar dalam diskusi Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut di Sekretariat AAI Sumut Jalan Dwikora Medan, Sabtu (1/10/2016).

Diskusi ini membahas Ekosistem Danau Toba Berdasarkan Tinjauan Ekologi Manusia. Sekretaris AAI, Saruhum menyebutkan, bahwa pemerintah Indonesia akan menggelontorkan dana Rp 21 Triliun untuk membangun Danau Toba.

Ia berpendapat kesuksesan pembangunan Danau Toba tak bisa diselesaikan dengan anggaran besar. Namun organisasi-organisasi yang dilibatkan membangun kawasan Danau Tobaharus miliki pemikiran yang sama.

“Saat ini ada beberapa, sebut saja organisasi, yang dilibatkan untuk membangun Danau Toba tapi mereka belum memiliki perspektif yang sama. Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba (BKPEKDT), Lake Toba Regional Management (LTRM), Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BPGKT), dan Badan Otorita Pengelolaan Kawasan PariwisataDanau Toba (BOPKPDT). Keempat ini harus bersatu, mereka harus punya perspektif yang sama,” tuturnya.

Tak sekadar kelembagaan, masalah Danau Toba juga hadir dalam permasalahan etnisitas. Menurutnya, etnis yang ada di Danau Toba juga harus miliki hubungan harmonis.

“Ada permasalahan antar suku. Ada yang dominan dan ada yang merasa tersingkir. Saat ini kalau dilihat, belum ada kesepakatan tentang apa pun. Ada saja yang menolak Otoritas Danau Toba, tentang Caldera Toba juga belum 100 persen sepakat. Elit politik dipusat juga ada yang belum sepakat tentang Monaco of Asia. Ini lah yang harus disepakati lebih dulu sebelum uang Rp 21 Triliun itu habis begitu saja,” katanya.

Cometoliketoba.com

Post Author: Come To Lake Toba

You know my name but not my story

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *