Demi Kelestarian Alam, Budaya dan Sejarah Danau Toba, YPDT Minta Dukungan HKBP

Tarutung – Untuk menjaga kelestarian Danau Toba dan menyikapi pengelolaan Danau Toba yang akan oleh Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT) meminta pemerintah mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah di sekitar Danau terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Hal tersebut dikatakan Maruap Siahaan selaku Ketua Umum YPDT, Selasa (27/9/2016), didampingi sekretarisnya Johannes Marbun bersama pengurus lainnya yang tersebar di 7 kabupaten sekitar Danau Toba saat berkunjung ke Kantor Pusat HKBP, Pearaja, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Rombongan ini diterima langsung oleh Ephorus HKBP Pdt DR Darwin Lumbantobing.

Dalam kunjungan itu Maruap Siahaan mengatakan YPDT telah berdiri sejak tahun 1995 yang diprakarsai oleh Midian Sirait bersama 70 tokoh masyarakat dan gereja untuk menjaga dan melestarikan serta membenahi kawasan Danau Toba demi kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

“Kami mohon agar Ephorus, pimpinan dan segenap jemaat HKBP bersama dengan kami agar memberikan dukungan dan saran terhadap pengembangan dan pelestarian Danau Toba. Kami juga ingin agar kawasan Danau Toba menjadi kota berkat di atas bukit bagi umat. Mari kita bersama-sama menjaga peradaban dan sejarah orang Batak di sekitar Danau Toba,” ujarnya.

Ditambahkannya, YPDT berkomitmen untuk menjaga kelestarian Danau Toba dengan cara selalu menjaga dan memantau kualitas air baku agar aman dipakai warga, melestarikan kekayaan alami, adat dan budaya serta memanfaatkan kekayaan sekitar Danau Toba untuk kesejahteraan masyarakat.

Menyikapi itu, Ephorus HKBP Pdt DR Darwin Lumbantobing didampingi Sekretaris Jenderal Pdt David Sibuea, Kadep Koinonia Pdt Martonggo Sitinjak, Kadep Marturia Pdt Anavera Pangaribuan dan Kadep Diakonia Pdt Debora Sinaga, menyambut baik kehadiran dan kepedulian YPDT tersebut.

Menurut Ephorus Pdt DR Darwin Lumbantobing, sesuai visi dan misi HKBP, di biro pengembangan masyarakat bahwa kelestarian lingkungan dan alam semesta harus dijaga sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada Tuhan.

“HKBP partisipatif dengan tetap kritis mendukung pengembangan kawasan Danau Toba. Namun kita harus tetap bersama-sama mengantisipasi masalah kultural agar kita tidak khawatir nanti terpinggirkan. Di samping itu, dampak moral, sosial dan spiritual harus bersama kita hadapi dan saling berkolaborasi,” ucap Ephorus. (bisnur sitompul)

cometoliketoba.com

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *