Nikson Nababan Usulkan Zonasi Pengembangan Wisata Danau Toba

JAKARTA– Bupati Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Nikson Nababan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk menerapkan pola zonasi dalam pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba sesuai potensi masing-masing tujuh kabupaten di sekitar danau tersebut.

Menurut Nikson di Tarutung, Senin, rencana pemerintah membentuk Badan Ototiras Pengelola Pariwisata Kawasan Danau Toba tidak sesuai untuk pengembangan kawasan wisata Danau Toba karena justru berpotensi menimbulkan tumpang-tindih di antara ketujuh kabupaten tersebut.

Dengan Badan Otoritas, tambahnya, pembangunan bersifat dari pusat sehingga daerah tidak memiliki kewenangan untuk menentukan seperti apa nantinya pariwisata di kawasan Danau Toba yang sesuai dengan potensi setiap daerah.

“Saya ingin Badan Otorita Danau Toba dikaji ulang, dan ditetapkan saja Zonanisasi, karena menurut saya itu tidak fair, karena tidak sesuai apa yang dibutuhkan oleh setiap kabupaten, karena antar kabupaten itu beda beda kebutuhannya,” kata Bupati di sela press tour wartawan Pariwisata ke Tapanuli Utara.

Nikson mencontohkan, khusus untuk Tapanuli Utara yang dibutuhkan saat ini adalah pembangunan infrastruktur seperti pembangunan Dermaga di Kecamatan Muara dan kapal cepat. Sementara di Kabupaten Samosir yang dibutuhkan hotel dan restoran.

“Jadi masing masing daerah itu disesuaikan dengan kebutuhannya, bukan keinginannya,” ujarnya Jika rencana induk pengembangan wisata kawasan Danau Toba sudah ada, Nikson mengharapkan kebijakan pemerintah tidak akan tumpang tindih sehingga pembangunan di daerah tersebut berjalan dengan baik.

Dia mengungkapkan, Batam, saat dikelola Badan Otorita Batam memang berhasil dalam pengembangan wilayah tersebut, namun semenjak otonomi daerah, justru terjadi tumpang tindih kebijakannya sehingga pembangunan tersendat.

“Bila sudah ada master plan dan anggarannya sudah jelas dan ini sudah disetujui, barulah ditetapkan Badan Otorita ini berlakukan,” ujarnya.

Nikson menyatakan, saat ini pihaknya masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur terutama jalan raya belum ke sektor pariwisata, karena jalan-jalan di Taput 48 persen mengalami kerusakan dan membutuhkan angaran yang cukup besar untuk memperbaikinya.

“Diperkirakan pada 2016 dibutuhkan sekitar Rp80 miliar. Dan diharapkan pada 2019 semua pembangunan jalan sudah tuntas,” katanya.

/Netral

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *