FDT 2016 Harus Meninggalkan Kebaikan untuk Pariwisata

TARUTUNG – Pelaksanaan Festival Danau Toba 2016 yang dituan rumahi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) harus dapat meninggalkan kebaikan untuk pengembangan dunia pariwisata di Danau Toba.

Bupati Taput Nikson Nababan mengatakan, pelaksanaan FDT 2016 di Muara merupakan agenda tahun kementerian yang sudah berlangsung dengan cukup baik.

Meski ada beberapa kekurangan namun tidak begitu menonjol mengingat pengembangan pariwisata di Taput masih terus dilakukan. Salah satu contohnya dalam penataan kawasan wisata Muara.

Nikson menjelaskan, bahwa untuk pelaksanaan FDT sendiri pihak Pemkab Taput sudah melakukan rekayasa tempat dengan memasang tempat terapung sebagai ruang bersantai.

Namun rekayasa tersebut tidak permanen. Kedepan dari berbagai pengalam di FDT 2016 Pemkab Taput akan melakukan relokasi sejumlah fasilitas public yang merupakan asset pemerintah yang berdekatan dengan garis pantai.

Contohnya kantor camat, sekolah dan puskesmas yang akan akan dipindahkan ke tempat yang lebih baik.

Sementara kawasan tepi pantai akan dijadikan hamparan tempat wisatawan dan pengunjung singgah.

“Secara umum FDT di Muara memberikan kebaikan untuk Taput dan kita harapkan kabupaten lainnya nanti memperoleh kebaikan juga. Kita sepakat kegiatan FDT menjadi ajang promosi Danau Toba sebagai warisan dunia,” paparnya di Muara, Selasa (13/9/2016).

Nikson mengatakan, dari hasil pelaksanaan FDT 2016 telah ditemukan paradigma baru pengembangan pariwisata. Contohnya masyarakat di sekitar Danau Toba yang saat ini sudah bersiap menjadi tuan rumah yang baik untuk wisatawan.

Hal ini merupakan gambaran bahwa kawasan Danau Toba dengan kegiatan FDT dapat lebih baik kedepan. Khususnya dalam mempromosikan Danau Toba sebagai warisan dunia dan membangun  paradigma masyarakat sebagai tuan rumah wisatawan.

Sementara Ketua Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba (BP GKT), Alimin Ginting mengatakan, pelaksanaan FDT saat ini sudah menggambarakan keseriusan pemerintah dalam memperkenalkan Danau Toba sebagai warisan dunia.

Contohnya yang dilakukan pemerintah Taput selaku tuan rumah FDT yang mempromosikan kawasan danau toba sebagai bagian dari taman dunia.

“Kita bisa melihat kampanye yang dilakukan dalam FDT, menjaga lingkungan, membangun budaya yang baik, menjaga keseimbangan alam serta memaksimalkan sektor wisata sebagai pengembangan Danau Toba,” paparnya.

Alimin memaparkan, bahwa pelaksanaan FDT 2016 harus ditiru untuk pengembangan Danau Toba. Contohnya dalam pengembangan kawasan geo wisata. Kampanye sadar wisata dan pengembangan Danau Toba sebagi warisan dunia lewat FDT harus dilakukan dengan baik. “Kita mengapresiasi Taput sebagai tuan rumah tahun ini,” katanya.

/Sindo

COME TO LAKE TOBA

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *