7 Tondi, Animisme Suku Batak Toba Tempo Dulu

JAKARTA  – Animisme suku Batak Toba: tujuh jenis tondi (roh). Makan daging anjing, apalagi daging manusia, akan menambah persediaan tondi seseorang. Tondi melekat pada rambut, ludah, hingga jejak kaki.

Sebelum agama Islam dan Kristen masuk ke Tanah Batak, suku Batak Toba percaya bahwa roh atau tondi adalah tenaga yang menghidupkan segala sesuatu yang ada di bumi, termasuk pohon, batu, besi, dan peralatan yang digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

7 jenis tondi dalam animisme suku Batak Toba
Menurut ilmuwan D. Joh. Warneck, tondi dalam animisme orang Batak Toba terdiri dari tujuh jenis sesuai fungsinya:
1] Tondi sigomgom: roh yang tidak pernah meninggalkan tubuh yang ditempatinya, kecuali bila tubuh itu sudah tak bernyawa/meninggal.
2] Tondi sijungjung: roh pelindung.
3] Tondi sipalospalos: roh jahat yang menyebabkan penyakit.
4] Tondi sibahota: roh yang memiliki daya cipta.
5] Tondi sipalilohot: roh yang menjadikan seseorang kaya.
6] Tondi siparorot: roh pengasuh.
7] Tondi saudara: roh yang tidak menyatu dengan tubuh, tapi bergabung dengan plasenta dan turut dikuburkan.

Menurut falsafah orang Batak, setiap manusia memiliki tondi yang menentukan nasibnya: tondi itu bisa bersikap bersahabat atau sebaliknya bermusuhan dengan tubuh yang didiaminya. Misalnya, walaupun orang berusaha agar tubuhnya gemuk, tapi bila tondi-nya menentukan harus kurus maka dia akan tetap kurus selamanya.

Keadaan seseorang, baik kesehatan maupun kemampuannya, dianggap sebagai karunia tondi. Sebab itu, orang mesti berusaha agar tondi-nya selalu senang.

Dukun dan orang kaya punya tondi lebih besar.

Tondi memberi “kehidupan” kepada semua anggota badan, tapi tidak sama besarnya. Yang memperoleh persediaan tondi paling besar: otak, hati, dan darah.

Animisme orang Batak percaya bahwa tondi melekat pada rambut, keringat, ludah, gigi, plasenta, kuku, jejak kaki, pakaian, bayang-bayang, bahkan pada nama seseorang. Jumlah persediaan tondi tidak sama pada semua manusia. Kepala suku, orang kaya, orang yang punya banyak anak, dukun, dan ahli sihir memunyai persediaan tondi yang jauh lebih besar ketimbang orang biasa. Harimau, beruang, dan babi hutan memiliki tondi yang lebih besar daripada hewan lain. Anjing mampu berlari cepat karena tondi-nya lebih kuat.

Itulah alasan orang Batak memakai gigi taring binatang buas sebagai homitan atau jimat: untuk menambah persediaan tondi-nya.

Menurut animisme orang Batak Toba, memakan daging anjing, terlebih-lebih daging manusia, akan menambah persediaan tondi dalam tubuhnya.

Dikutip dari buku Batak Toba: Kehidupan di Balik Tembok Bambu karya Dr. Ir. Bisuk Siahaan.

/Netral

cometolaketoba.com

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *