Rincian Infrastruktur yang Dibangun di KPSN Danau Toba

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) bakal membangun infrastruktur untuk pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Pengembangan infrastruktur ini sejalan dengan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 49/2016 tentang Badan Otorita Pariwisata Danau Toba.

Pembentukan Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba ini tengah dibahas dalam rapat yang digelar di Toba Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (20/8/2016).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan rencana pembangunan infrastruktur di KSPN Danau Toba.

Sesuai rencana pembangunan KSPN Danau Toba 2015-2019, pada 2016 ini, Kementerian PUPR akan melakukan pembangunan Kawasan Permukiman Perdesaan di Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Toba Samosir, dan Kabupaten Humbang Hasundutan.

Selanjutnya, pembangunan Prasarana ddan Sarana Umum (PSU) rumah umum berjumlah 62 unit di Kabupaten Dairi dan pembangunan rumah susun mahasiswa sebanyak 114 unit yang terdiri dari lima lantai dengan tipe 24 di Sekolah Teknologi Del Tapanuli Tengah, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.

Demi memperlancar konektivitas, Kementerian PUPR juga bakal merekonstruksi Jalan Sp. Bandara Silangit-Muara yang ditargetkan selesai Oktober 2016 untuk mendukung penyelenggaraan festival Danau Toba.

Selain itu, ada juga pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan pembangunan jalan Tebing Tinggi-Siantar-Parapat.

Menyusul pembangunan jalan masuk ke Bandara Sibisa dari dua arah yang saat ini tengah proses inventory dengan progres 15 persen.

Tak hanya itu, Kementerian PUPR juga akan melakukan pengaspalan jalan sepanjang satu kilometer guna mendukung kegiatan “Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba” di Kota Balige.

Rencana 2017

Sedangkan untuk 2017 nanti telah direncanakan penataan lingkungan KSPN Danau Toba melalui Penyusunan RTBL Kawasan Wisata Danau Toba, Pembangunan Sistem Pengolahan Sampah di Kabupaten Samosir, dan pelebaran jalan Pangururan-Ambarita-Tomok-Lagundi-Onan Runggu.

Pemandangan menjelang malam di Danau Toba dilihat dari Hotel Niagara, Parapat, Sumatera Utara, Kamis (4/12/2014) sore.

Lebih lanjut Basuki juga akan melakukan pengadaan tanah terkait pembangunan jalan tol Tebing Tinggi-Siantar-Parapat dan membangun Jembatan Tano Ponggol di Kabupaten Samosir dan lainnya.

Basuki memaparkan, saat ini sedang dilakukan pemeliharaan/pembersihan Danau Toba dengan anggaran sebesar Rp 659,9 juta.

“Untuk progres fisik telah mencapai 80,50 persen sementara progres keuangan mencapai 62,50 persen,” kata Basuki dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (20/8/2016).

Infrastruktur berkaitan dengan sumber daya air (SDA) juga tak luput diperhatikan. Saat ini tengah dibangun bendung dan jaringan daerah irigasi Sidilanitano di Kabupaten Tapanuli Utara yang ditargetkan selesai pada 2017.

Pembangunan bendung dan jaringan yang memakan biaya Rp 42,99 miliar tersebut progres fisiknya saat ini telah mencapai 27,38 persen.

“Kami juga melakukan peningkatan embung Aek Natonang di Kabupaten Samosir yang menelan biaya Rp 9,79 miliar dan saat ini progres fisiknya telah mencapai 26,30 persen dengan progres keuangannya mencapai 33,02 persen,” tambah Basuki.

Sementara itu untuk perbaikan tanggul Aek Sigeaon progres fisiknya telah mencapai 80,21 persen dan progres keuangannya 42,50 persen. Biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan tanggul Aek Sigeaon mencapai Rp 25 miliar.

/Kompas

cometoliketoba.com

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *