Penggiat Pariwisata Lupa Ada Festival Danau Toba 2016

Medan. Festival Danau Toba tinggal hitungan hari. Anehnya, event tersebut seolah tanpa gaung. Bahkan, penggiat pariwisata pun lupa adanya event tersebut. Konon pula, surat perihal acara tersebut baru diterima Rabu (7/9) oleh pihak asosiasi perhotelan dan restoran.
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Sumatera Utara (Asita Sumut), Solahudin Nasution mengaku tidak ingat adanya Festival Danau Toba yang akan dipusatkan di Muara, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, 9 – 12 September 2016. “Saya pun kalau tidak ditelepon, tak ingat kalau ada Festival Danau Toba (FDT). Karena kita pun belum pernah diajak bicara FDT tahun ini,” katanya.

Dia kemudian menduga mungkin panitia atau pemerintah punya strategi sendiri di mana Asita tak pernah diajak bicara. “Kalau tahun-tahun sebelumnya diajak tapi sekadar pelengkap saja lah. Di waktu-waktu sudah penghujung baru diajak, ” katanya.

Dia menilai seharusnya semua stakeholder dalam sektor pariwisata dilibatkan sejak awal merencanakan sampai menentukan konten dan pelaksanaan. Idealnya, kata dia, FDT menjadi calender of event. Lebih dari itu, pihaknya berharap malah menjadi calender of event skala internasional.

Karenanya, harusnya direncanakan jauh-jauh hari dengan tanggal pelaksanaan, lokasi pelaksanaan juga tidak berubah-ubah sehingga dapat ‘dijual’. “Tapi ya silakan aja lah, kita kan gak tahu apa maunya, nanti kita kritisi pun, entah maksudnya bukan untuk mendatangkan wisatawan. Kalau untuk mendapatkan wisatawan memang caranya gak pas. Tapi mungkin hanya untuk kumpul-kumpul di sekitar Danau Toba, dengan mendatangkan delegasi dari kabupaten,” katanya.

Menurutnya, jika untuk mendatangkan wisatawan atau sekadar ramai-ramai yang isinya pejabat-pejabat, beberapa waktu lalu sudah ramai dengan adanya grup band Slank. “Tapi kan kita-kita semua yang datang. Kalau untuk branding ke kita boleh lah. Tapi sampai kapan kita branding ke kita-kita terus. Kalau untuk gaungnya aja, kontensnya harus kita isi. Kualitas harus dipertajam,” katanya.

Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Denny S Wardhana mengatakan, pihaknya baru menerima surat dari Gubernur Sumatera Utara perihal kegiatan FDT tahun 2016 di Muara, Tapanuli Utara, 9 – 12 September atau dua hari sebelum acara. “Ini kami baru dapat suratnya, ini aneh. Karena sudah last minute,” katanya.

Namun demikian, pihaknya enggan menyalahkan pihak manapun sembari menyarankan sebaiknya saling berkomunikasi dan berkoordinasi. “Saya berpikir di Sumut, Asita sebagai pintu depan, lalu ada Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan terakhir PHRI, ketiganya sinergis. Makanya, saya katakan seharusnya diajak bersama,” katanya. (dewantoro)

 

/medanbisnisdaily

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *