Terungkap, 4 Kesalahan Budaya Batak di Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba

KARNAVAL Kemerdekaan Pesona Danau Toba memang telah usai. Banyak catatan yang didapatkan selama karnaval tersebut berlangsung. Ternyata ada empat kesalahan budaya Batak yang terjadi di sana.

Di balik kesuksesan tersebut, banyak netizen yang menyoroti apa yang terjadi di sana. Salah satunya topi yang dipakai oleh Presiden Jokowi. Hal ini pun diutarakan oleh praktisi budaya Batak, Robin Sihotang.

“Karena proses yang salah akhirnya Pak Presiden di-bully oleh netizen, seharusnya melibatkan para praktisi budaya Batak. Melihat kelakuan dari netizen itulah membuat kami bicara karena kami sayang Presiden Jokowi,”

Menurutnya, kesalahan pertama adalah topi atau mahkota Batak yang digunakan oleh Presiden Jokowi. Proses pembuatannya pun juga salah.

“Topi atau mahkota asli Batak itu bernama Takuluk. Dalam penggunaannya adalah seseorang yang akan memakainya harus melakukan sendiri dan dibuat melilit. Kemudian, Takuluk itu bukan dipotong-potong karena di adat Batak ulos tidak boleh dipotong-potong. Ulos yang digunakan adalah ulos tumtuman,” bebernya lagi.

Kesalahan kedua adalah penggunaan tongkat. Menurutnya, tongkat yang dipakai bukanlah tongkat khas kerajaan Batak.

“Tongkat yang dipakai adalah tungkot panaluan, di mana di budaya Batak tongkat tersebut biasa digunakan untuk magis atau dukun. Seharusnya, tongkat yang digunakan adalah tungkot balehat raja yang biasa dipakai oleh raja-raja di Batak,” bebernya lagi.

Kemudian, kesalahan selanjutnya adalah pemberian ulos kepada Presiden Jokowi. Diakuinya, Danau Toba dimiliki tujuh kabupaten sehingga seluruh kabupaten di Toba berhak memberikan ulos kepada Presiden Jokowi.

“Seluruh warga Batak senang Pak Jokowi datang, tapi mengapa tak semua kabupaten di Toba memberikan ulos kepadanya. Yang mendapat peran hanyalah Toba Samosir dan Samosir. Padahal ada tujuh kabupaten di Toba,” paparnya.

Terakhir adalah persoalan tari-tarian. Robin Sitohang mengatakan, Sumatera Utara memiliki ribuan tari-tarian.

“Di setiap tempat seperti di Balige, Parapat hanya menampilkan tari cawan saja. Sebenarnya, tarian yang layak digunakan adalah tarian tor-tor tunggal panaluan yang biasa digunakan pada acara kerajaan Batak,” tutupnya.

okezone.com

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *