Pengalaman Perjalanan ke Danau Toba yang Indah

Pengalaman Perjalanan ke Danau Toba yang Indah

Pengalaman Perjalanan ke Danau Toba  yang Indah

Pada tahun 2006 saat saya tugas di Medan Sumatera Utara, tapatnya pada waktu libur Lebaran tahun 2006, 2 hari menjelang lebaran di sore hari, saya ikut seorang teman yang hendak pulang ke Rantau Parapat sekalian mau berlibur ke Pulau Samosir.

 

Sekilas pengalaman perjalanan saat menuju ke Parapat, melewati toll Tanjung Morawa dengan melewati bakal lahan pelabuhan udara yang kini telah menjadi pebuhan udara Kuala Namu yang bagus di Sumatera Utara.

Menuju Parapat perjalanan menempuh perjalanan kira- kira hampir 2 jam, di Rantau Parapat, kota nya sejuk, kalau menjelang malam dingin seperti puncak temperature udaranya.

Makanan di sana juga mirip kota Medan ada penjual mie yang enak- enak. Hehe. Cuma saya lupa foto- foto pas di Rantau Parapat. Kotanya walau mungil mirip kota bogor, di pinggir- pinggir kotanya ada seperti tebing- tebing tinggi. Jarang nemu di kota Jakarta. Haha.

Pada pagi hari perjalanan kita lanjutkan menuju Danau Toba. Perjalanan masih cukup lancar mengingat H-1 menjelang lebaran. Suasana senang saat jalanan mulai menanjak berkelok- kelok dengan di kiri kanan banyak pohon- pohon yang tinggi.

Saat danau toba sudah mulai terlihat, di kiri- kanan jalan ada monyet-  monyet yang duduk- duduk di pembatas jalanan di pinggiran tebing.

Akhirnya ketika akan menyeberang ke Pulau Samosir, mobil tidak di bawa ikut menyeberang karena pertimbangan waktu yang lama hanya untuk menyeberangkan kendaraan.

Akhirnya saya bersama teman- teman menyeberang  menaiki kapal penumpang ke beberapa kota tujuan di Pulau Samosir.

Akhirnya saya bersama rombongan tiba di Tomok, karena di sana tempat tujuan turis dan ada penginapan- penginapan.

Saat kapal hampir tiba di Tomok. Terlihat kabut yang luar biasa indah di tempat saya akan turun dan kabut tersebut terlihat sudah dari jarak kira- kira 1.5km di sertai udara yang dingin.

Saat tiba di Tomok kita belum reservasi penginapan, jadi kita berkeliling dengan menanyakan tempat- tempat yang kosong.

Akhirnya ada satu tempat yang kosong dengan tempat penginapan yang lumayan serta tidak terlalu mahal.

Barang- barang kita taruh. Lalu kita bermain menuju danau.

Wah wah. Danau Toba ternyata banyak ikan kecil- kecil disertai lumut tebal di danau, serta lumayan dalam ya. Jadi kebetulan karena lelah secara ngga sengaja sandal saya terjatuh ke danau. Mana danau nya agak berombak dan dalam.

Jadi nya ngeri- ngeri sedap ya juga seperti ada batu- batu keras jadi agak menakutkan.

Menjelang malam kita berkeliling melihat- lihat makanan di Pulau Samosir, dan saat malam banyak sekali bule- bule yang berliburan di sana. Sungguh pulau yang indah.

Malam tidak terasa berganti pagi hari. Udara pagi yang cerah membuat saya ingin menelusuri  keindahan Pulau Samosir  yang baru pertama saya datangi.

Di sana pada pagi hari banyak sekali yang bersepeda santai, juga bercengkerama bersama kolega.

Menjelang siang, tibalah waktu nya saya bersama teman- teman mencari tempat makan sekaligus membicarakan waktu kepulangan ke kota Medan.

Saat makan siang kita makan steak yang tidak terlalu mahal di rumah khas masyarakat Toba Samosir. Lucu bentuk rumah nya. Bagus.

Menjelang jam 2 siang kita mulai menunggu kapal dari depan tempat penginapan. Jadi seperti kendaraan umum yang saat kita panggil akan berhenti kalau kapal kosong.

Yang menjadi masalah adalah musim liburan jadi kapal banyak yang penuh.

Akhirnya rombongan kita dapat kapal yang akan mengantar kita kembali ke tepi danau toba.

Suasana di dalam kapal sangat ramai, banyak bule, turis, wisatawan yang mengobrol tiada henti.

Setelah tiba di danau toba, ada warung makan padang yang saya singgahi dan saya pesan ikan nila. Nyam- nyam sungguh enak rasanya khas pesona tepi danau disertai sambal balado dengan ikan yang di goring garing. Membuat lidah terus bergoyang- goyang senang.

Perjalanan pulang pun kita lanjutkan ke kembali ke Rantau Parapat. Lalu lintas masih lancar, padahal sudah hari lebaran. Setelah tiba di Rantau Parapat dan menaiki mobil travel untuk di antar menuju kota Medan ke alamat yang di lintasi sesuai pembicaraan di kantor travel. Akhirnya saya berangkat pulang.

Wew, ternyata lalu lintas mulai macet, karena wisatawan berlomba- lomba pulang menuju kota Medan.

Nyetir sang driver pun luar biasa sangar. Hahahaha.

Menjelang 20.30 malam saya sudah tiba di rumah kos Medan. Untung walau libur, ada satu tempat penjual makanan yang buka di jalan Aksara sebelahan rumah kos yakni Pecel Lele. Makan enak panas2 pakai nasi dan lalap. Akhirnya kembali ke rumah kos dan tidur. Sampai keesokan harinya menyongsong hari baru melakukan aktifitas kerja kembali.

Sampai jumpa Pulau Samosir yang indah.

Berikut foto- foto selama di perjalanan:

Jalan menuju Danau Toba

Monyet yang duduk- duduk di tepi jalan

Parkiran mobil di Danau Toba

Suasana kapal saat menyeberang ke Pulau Samosir

Pedesaan di Pulau Samosir

 

Salah satu penjual di malam hari

Pagi hari yang cerah di Pulau Samosir

Dasar danau Pulau Samosir

Saat hendak pulang menunggu kapal di tepi penginapan
Kapal- kapal penumpang yang berlalu lalang  mengangkut penumpang

kenangan Toko-toko di Pulau Samosir
Anjing yang di bawa menumpang kapal

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *