Bukan Lautan, Hanya Danau Toba

Samosir – Luas, luas sekali. Inilah Danau Toba, ikon wisatanya Sumatera Utara. Bahkan ombaknya cukup kuat, seperti sedang mengarungi lautan saja.

Jika membuat daftar danau-danau tercantik di Indonesia, wajib rasanya memasukan nama Danau Toba. Danau vulkanik di Sumatera Utara ini panjangnya mencapai 100 km dengan lebar 30 km. Cobalah berdiri di pinggir danaunya, kamu akan berasa sedang menghadap lautan karena ujung danaunya tidak terlihat!

Pekan lalu, saya berkesempatan untuk mampir ke Danau Toba di setelah meliput ‘Rakor Tindak Lanjut Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Pariwisata Danau Toba’. Bersama rombongan wartawan dari Jakarta mobil yang kami tumpangi menuju pelabuhan kecil tepat di depan Hotel Atsari, Parapat.

“Sebenarnya, pelabuhan asli ke Pulau Samosir itu dari Pelabuhan Ajibata. Tapi dari sini juga bisa, namun khusus boat yang besar yang menampung 30-an orang,” kata Julianto, pemandu setempat yang menemani kami.


Boat yang siap mengantar wisatawan mengarungi Danau Toba

Harga sewa boatnya pun cukup menguras kantong, sebesar Rp 800 ribu untuk perjalanan pergi dan pulang. Tanpa buang waktu, saya langsung masuk ke dalam dan duduk di bagian luar. Danau Toba yang luas pun di depan mata!

Boat perlahan-lahan berjalan. Badan saya terguncang. Namanya danau, pasti permukaan airnya tenang. Tapi tidak, untuk Danau Toba ini karena ombaknya seperti ombak di laut.

“Iya betul, ombak di sini (Danau Toba) seperti di laut. Anginnya juga kencang, jadi jangan sampai mabuk laut ya bang,” celetuk Julianto kepada saya.

Perumahan penduduk, menghiasi daerah pinggiran Danau Toba. Ada pula hotel-hotel yang menjulang tinggi. Tepat di belakangnya, adalah perbukitan hijau yang cantik seperti bukit-bukit di film ‘Teletubbies’. Sedikit mengingatkan saya, dengan perbukitan yang hijau di Danau Sentani, Papua sana.


Perbukitan yang dilihat dari Danau Toba

Boat makin berjalan ke tengah, guncangan ombak makin terasa kuat. Air danau Toba terlihat sedikit berwarna hijau. Bagi masyarakat setempat, danau ini adalah tempatnya untuk memancing ikan mas dan ikan nila.

Makin ke tengah, panorama perumahan penduduk mulai terlihat kecil karena semakin menjauh. Boat yang saya tumpangi, kini benar-benar seperti sedang berada di laut. Tidak ada apa-apa di kiri dan kanan, hanya air dan perbukitan saja yang tetap terlihat.

Cuaca yang sedikit mendung, membuat saya dan beberapa wartawan sedikit kecewa karena tidak bisa mendapat hasil jepretan foto yang bagus. Terang saja, bulan Januari ini masih musim hujan di Indonesia, termasuk di Sumatera Utara.


Guratan cahaya langit yang terlihat dari atas boat di Danau Toba

“Musim hujan di sini, biasanya hujan di sore hari,” kata Julianto.

Sekitar 40 menit, tibalah saya di Pulau Samosir. Pulau yang ada di tengah Danau Toba dengan beragam atraksi wisata, dari makam-makam raja sampai tarian Si Gale-gale.

Puas sekali rasanya bisa menyebrangi Danau Toba. Saya pun teringat dengan lagu Koes Plus, yang berjudul ‘Kolam Susu’. Sedikit mengubah di awal liriknya, menjadi ‘bukan lautan, hanya Danau Toba…’.

Ya memang, saking luasnya Danau Toba seperti lautan bukan?

Sumber: Detik.com

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *