Siantar-Danau Toba Jadi Langganan Cumulonimbus

Masyarakat yang berada di sekitar Kota Pematangsiantar hingga kawasan wisata Danau Toba bagian Utara diminta untuk lebih waspada dalam beberapa hari kedepan. Pasalnya, sejak Kamis (4/8), daerah beriklim sejuk ini tak hanya dilanda angin kencang puting beliung namun juga halilintar dan awan Cumulonimbus.

Diperkirakan angin kencang disertai hujan deras yang dihasilkan dari awan Cumulonimbus ini masih akan terjadi hingga pertengahan bulan September nanti. Hal ini dikarenakan meningginya suhu di lautan wilayah Indonesia, sehingga kadar uap air meningkat lebih tinggi dari biasanya. Uap air yang bergumul dalam jumlah banyak di udara menghasilkan awan jenis Cumulonimbus.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui website resmi bmkg.go.id menghimbau bahwa pada 6-8 Agustus adalah puncak dari pertemuan massa udara yang terjadi di Laut China bagian Selatan hingga Samudera Pasifik sebelah Utara Papua serta belokan angin dari Selat Makassar hingga Laut Seram. Hal itu mengakibatkan kelembaban udara semakin tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia hingga mendukung proses pertumbuhan awan hujan atau Cumulonimbus di berbagai wilayah.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Medan, Sunardi, sebagaimana yang Cometoliketoba! kutip dari okezone beberapa waktu lalu sempat mengimbau kepada warga agar lebih waspada dalam beberapa bulan kedepan terhadap suhu yang cepat berubah-ubah dan cuaca ekstrem yang melanda hampir seluruh wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Sunardi mengatakan, wilayah-wilayah yang berpotensi dilanda cuaca buruk hingga tergolong ke tingkat ekstrem adalah Pematangsiantar, Simalungun, Langkat, Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, dan Batubara.

“Hujan deras dan angin kencang masih berpotensi terjadi di Sumut,” ujar Sunardi.

Hal ini diperkuat oleh peristiwa angin puting beliung yang terjadi beberapa hari lalu di Kota Pematangsiantar. Dalam kejadian tersebut, beberapa rumah warga porak-poranda dan baliho berjatuhan akibat tak tahan menahan kuatnya terpaan angin.

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *