Masyarakat Danau Toba Berterima Kasih Kepada Rizal Ramli

Masyarakat Sumatera Utara menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan terima kasih kepada mantan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli. Mereka menilai apa yang dilakukan tokoh nasional tersebut telah memberi landasan dan arah pengelolaan Danau Toba bagi sebesar-besarnya kepentingan rakyat.

“Kedatangan kami ke sini untuk menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Rizal Ramli. Karena jasa-jasa beliau, Danau Toba kembali dikenal secara luas oleh rakyat Indonesia dan dunia. Lebih daripada itu, karena jasa pak Rizal, pemerintah memberi perhatian besar terhadap pengembangan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata utama,” ujar Ketua Yayasan Masyarakat Cinta Danau Toba (MCDT) Maraup Siahaan di Jakarta, Jumat (5/8).

Maraup bersama sejumlah pengurus yayasan sengaja menyambangi Rizal Ramli di kantornya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Mereka juga menyampaikan empati dan penyesalan yang mendalam atas dicopotnya pria yang dikenal gigih membela kepentingan rakyat kecil itu dari Kabinet Kerja. Menurut mereka, tindakan Presiden Joko Widodo adalah satu kesalahan besar yang sangat merugikan bangsa.

Dia juga berharap segala yang dilakukan Rizal Ramli terhadap pelestarian Danau Toba dan sembilan destinasi wisata utama lainnya adalah bentuk komitmen pejabat negara. Artinya, kendati pria yang telah menjadi aktivis sejak mahasiswa itu tidak lagi menjadi menko maka pejabat penggantinya harus tetap melanjutkan serta merealisasikan gagasan dan langkah nyata Rizal Ramli.

“Di tangan pak Rizal, Danau Toba bagaikan snow ball yang terus menggelinding dan semakin besar. Bapak telah membuat Danau Toba seperti gadis cantik yang banyak dilirik. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Kami benar-benar berharap, walau sudah tidak di pemerintahan, bapak tetap memberikan masukan dan arahan bagi pengembangan Danau Toba ke depan,” papar Payaman Simanjutak selaku pengurus yayasan.

Menurutnya, masyakarat Sumut menyadari bahwa salah satu kendala utama pembangunan dan pengembangan Danau Toba adalah pencemaran parah yang dilakukan sejumlah perusahaan. Di sana, perusahaan menebar banyak keramba ikan sehingga menimbulkan limbah tingkat tinggi.

Ketua Tim Litigasi Yayasan Masyarakat Cinta Danau Toba (MCDT) Paruhum Siahaan menambahkan, pernyataan Rizal Ramli yang akan mengepret perusahaan-perusahaan pencemar Danau Toba telah menyentak jiwa masyarakat Sumut. Sehingga tumbuh kesadaran dan keberanian untuk bertindak. Untuk itu, yayasan telah membentuk tim advokat untuk menuntut mereka secara pidana.

“Kami para pengacara muda sangat terinsipirasi terhadap keberanian dan ketegasan pak Rizal. Untuk itu, kami siap beracara melawan perusahaan-perusahaan yang telah mengotori Danau Toba,” bebernya.

Menanggapi pernyataan masyarakat Sumut, Rizal Ramli sendiri menyatakan sangat menghargai dan bersyukur. Apa yang dilakukannya di jajaran pemerintahan walau hanya singkat ternyata memberi manfaat berarti bagi masyarakat sekitar Danau Toba khususnya, dan rakyat Indonesia pada umumnya.

“Allah Yang Maha Kuasa telah menganugerahi kita alam yang luar biasa indahnya. Sayangnya kita tidak punya cukup dana untuk mengembangkan semuanya secara bersamaan. Itulah sebabnya kita pilih 10 prioritas. Saya percaya dengan teori angsa terbang, yaitu serombongan angsa yang terbang dengan seekor di paling depan. Nah, kalau Danau Toba bisa kita kembangkan dan terbang lebih tinggi maka akan diikuti dengan daerah-daerah lain di sekitarnya,” jelasnya.

Menurutnya, anggaran pemerintah amat terbatas. Dengan melesetnya target penerimaan pajak, maka akan lebih banyak lagi pemangkasan anggaran. Untuk itu, agar pengembangan 10 destinasi utama tidak terganggu, Rizal Ramlli sudah berhasil meyakinkan Bank Dunia untuk membantu pembiayaannya.

Bermodal jaringan internasional yang luas dan kemampuan lobi yang mumpuni, mantan penasehat ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tersebut berhasil memperoleh komitmen pinjaman hingga USD 3,8 miliar. Namun karena jumlahnya cukup besar, dana itu merupakan hasil sindikasi Bank Dunia dan sejumlah lembaga keuangan lain seperti Asian Development Bank (ADB), Islamic Development Bank (IDB), Asean Infrastcuture Development Bank (AIDB).

Pada titik ini, keandalan Rizal Ramli kembali terbukti. Dia berhasil memperoleh pinjaman yang besar itu nyaris tanpa syarat, apalagi yang memberatkan. Para kreditor itu bahkan bersedia memangkas proses yang biasanya memakan waktu 1,5 tahun menjadi hanya enam bulan. Selain itu, Rizal Ramli juga sukses memaksa para kreditor agar berkomitmen tidak ada dana yang digunakan membiayai bermacam konsultan untuk studi dan survei.

“Biasanya sekitar lima persen dana habis untuk macam-macam konsultan. Kita tidak perlu itu. lha wong semuanya sudah jelas. Lagi pula, semua masterplan dan rincian konsep pengembangannya sudah kita lakukan sendiri. Untuk apa lagi. Alhamdulillah, Bank Dunia dan yang lainnya setuju,” ungkap Rizal Ramli.

Sumber:http://politik.rmol.co

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *