Mie Gomak, Kuliner Kaya Rempah

 Tak lengkap rasanya mengunjungi kota dengan penduduk mayoritas Batak Toba di Toba Samosir jika tidak mencicipi kuliner khas kota tersebut.

Ya, kuliner khasnya adalah Mie Gomak masakan khas Batak Toba.

Makanan ini menjadi andalan provinsi Sumatera Utara, karena mulai dari Siantar, Parapat, Balige, Labuhan Batu, Sibolga hingga Tapanuli.

Mie gomak sangat mudah didapatkan di warung pinggir jalan dan menjadi menu makanan khas dengan bumbu resep turun menurun menggunakan andaliman.

Bumbu masak khas suku Batak alias mericanya suku Batak.

Arti mie gomak sendiri adalah mie yang diaduk (gomak) dengan tangan saat menyatukan bumbu.

Proses pemasakannya pun kebanyakan pedagang masih menggunakan tungku tradisional, katanya untuk menjaga rasa dan penyerapan bumbu lebih terasa pada mie serta menjaga aroma bumbu andalimannya tetap wangi.

Lina, seorang pemilik warung mie gomak di pasar Balige menuturkan memasak mie gomak tidak bisa sembarang.

Selain takaran bumbu harus pas proses pemasakan juga harus menggunakan tungku tradisional agar aroma bumbu wangi saat matang dan bumbunya pun menyerap.

“Kalau masak pakai kompor, aromanya sering kali tidak kuat dan bumbu tidak menyerap. Apa alasan ilmiahnya saya tidak paham, tapi biasanya gitu perbedaan masak mie gomak di tungku dan di kompot,” jelasnya.

Selain proses pemasakan, bumba masak juga harus lengkap.

Sekilas, mie gomak memang mirip dengan mie Aceh karena bentuk dan warna mie hampir sama.

Namun ukuran mie gomak lebih besar dan padat dan sering menggunakan mie lidi sedangkan mie Aceh menggunakan mie lain.

“Yang menjadi pembeda dari Mie Gomak adalah bumbu Andalimannya yang menggetarkan lidah,” kata Lina.

Menurut Lina, cara memasak mie gomak tidaklah sulit.

Pertama mie lidi direbus terlebih dahulu hingga kenyal dan lembut, tiriskan dan beri minyak goreng sedikit agar tidak lengket.

Kemudian dihaluskan semua bumbunya yaitu cabai merah, bawang merah, bawang putih, merica, lengkuas, sereh, kunyit dan tentunya bumbu andalah yaitu andaliman.

Setelah bumbunya dihaluskan lalu anda tumis hingga warnanya kecoklatan dan harum.

Setelah itu tuangkan santan encer, masukkan labu siam yang sudah diiris, dan masak hingga matang.

Jika labu sudah matang, masukkan santan kental sambil diaduk-aduk agar santak tidak pecah.
Masukkan kelapa yang sudah dihaluskan dan aduk hingga matang.

Tambahkan garam secukupnya.

Siram bumbu diatas mie kemudian aduk.

“Jika ingin mengikuti cara dulu, diamkan sebentar kemudian aduk dengan tangan. Tapi biasanya warung di sini sudah meninggalkan cara itu untuk menjaga kehigienisan di depan pembeli,” jelasnya.

Untuk harga, seporsinya mie gomak hanya Rp 5 ribu.

Anda bisa melahapnya dengan cemilan gorengan seperti bakwan dan risol yang juga sering kali dihidangkan di warung-warung mie gomak.

Elfa Harahap, wisatawan menuturkan, aroma mie gomak cukup kuat bahkan tercium dari jarak 10 meter.
Wanginya pekat tapi tidak amis.

“Aroma rempahnya itu loh, bukan hanya aroma tapi juga rasa juga kuat akan rempah khususnya rasa andaliman yang membuat lidah sedikit pedar. Santapan ini sangat cocok menemani makan siang karena buat kenyang,” jelasnya. (*)

 

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *