Kembangkan Danau Toba, 2 Ruas Tol Baru Disiapkan di Sumatera

Pemerintah menyiapkan dua ruas tol untuk memangkas waktu tempuh menuju kawasan wisata Danau Toba. Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hermanto Dardak mengatakan, saat ini sedang dilakukan Feasibilty Study (FS) atau studi kelayakan dalam pembangunan jalan tol ruas Tebing Tinggi-Siantar dan ruas Siantar-Parapat yang akan diusulkan dibangun pada 2017.

“Kedua ruas tersebut akan menghemat waktu sampai dengan kurang lebih satu jam dari Tebing Tinggi menuju Danau Toba,” kata Dardak dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (2/8/2016).

Pembangunan infrastruktur sangat penting untuk mendukung pengembangan kawasan Danau Toba yang akan menjadi basis pariwisata pada Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) Metro Medan-Tebing Tinggi-Dumai-Pekanbaru.

Dalam acara yang diikuti 213 peserta tersebut, Dardak menyampaikan bahwa beberapa jalan di sekitar kawasan Danau Toba statusnya akan ditingkatkan menjadi jalan nasional, salah satunya adalah jalan lingkar luar di sekitar Danau Toba sepanjang 360 kilometer. “Hal ini merupakan wahana peningkatan pelayanan pengembangan Danau Toba sebagai wisata nasional maupun kelas dunia,” kata Dardak.

Untuk kawasan sekitar Danau Toba, saat ini di Kabupaten Samosir akan dikembangkan pembangunan Jembatan Tano Ponggol yang menghubungkan Pulau Samosir dan Pulau Sumatera. Jembatan Tano Ponggol ini potensial untuk pengembangan perekonomian warga yang berada di Pulau Samosir.

“Kami merancang konsep jembatan ini dengan tiga pilar yang sesuai dengan estetika adat dan budaya Sumatera,” sebut Dardak.

Kemudian Kementerian PUPR saat ini juga memiliki beberapa program pendukung seperti normalisasi saluran Tano Ponggol, pembersihan eceng gondok di Danau Toba dan nantinya akan ada cruise atau pelayaran yang dapat membawa wisatawan mengelilingi Pulau Samosir.

Dardak menambahkan bahwa Kementerian PUPR akan terus memantau pembangunan infrastruktur yang mendukung kawasan pariwisata, termasuk rencana pembangunan livable city atau kota layak huni di sekitar kawasan Danau Toba.

Gubernur Sumatera Utara, Teuku Erry Nuradi mengatakan Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang memiliki multi etnis. Setidaknya, ada delapan etnis lokal, enam di antaranya ialah puak Batak. Masyarakat majemuk ini adalah potensi besar untuk mendukung dan memacu pembangunan.

Sebelumnya, saat membuka acara Musyawarah Masyarakat Adat Batak ini, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla berpesan, masyarakat harus menjadikan adat sebagai pendorong untuk mengejar kemajuan.

“Adat jangan lagi hanya dianggap sebagai suatu peninggalan zaman dahulu dan dilestarikan, tetapi harus menjadi pendorong semangat untuk mengejar kemajuan bangsa Indonesia ke depan,” ucap Jusuf Kalla saat membuka acara dan sekaligus menabur 8.000 benih ikan di sekitar Danau Toba.

Saat menutup acara, Menteri Dalam Negeri, Thahjo Kumolo menyarankan agar truk muatan berlebih tidak diperkenankan melewati jalan di sekitar kawasan Danau Toba, karena berpotensi merusak jalan.

Dalam acara tersebut turut hadir Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Kominfo Rudiantara dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya. Hasil dari musyawarah tersebut adalah Parapat Massage, dan akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Sumber:http://m.okezone.com

 

 

 

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *