Menteri LHK Minta Pemda Sumut Restorasi Kawasan Danau Toba

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menginstruksikan kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah Sumatera Utara mengalokasikan sekitar satu persen dana dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk merestorasi dan memulihkan kawasan Danau Toba.

Menurut Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, upaya alokasi APBD ini akan digunakan untuk memperbaiki ekosistem di sekitar Danau Toba yang dinilai sudah semakin kritis.

Alokasi APBD ini, tutur Siti akan dioptimalkan untuk penamanan kembali dan pemeliharan pohon di sekitar Danau Toba.

“Kepada Gubernur, Bupati, Walikota serta jajaran pemerintah setempat untuk mengalokasikan dana bagi penanaman dan pemeliharaan pohon di kawasan Danau Toba sekitar satu persen dari total APBD-nya,” ujar Siti melalui keterangan resminya, pada Sabtu (30/7).

Danau Toba merupakan salah satu dari 15 danau, yang menjadi prioritas nasional untuk direstorasi dan dipulihkan ekosistemnya.

Danau Toba, tutur Siti, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, kawasan wisata alam, dan budaya.

Tapi saat ini, ekosistem kawasan tersebut terancam rusak.

Karena itu, ia menyatakan KLHK menganggap penting untuk memperhatikan kawasan Danau Toba dan menyelamatkannya dari krisis lingkungan.

Siti menyatakan, KLHK bersama dengan Punguan Simbolon Dohot Boruna Se-Indonesia (PBSI) dan pemerintah Tapanuli Utara dan Tobasa, Sumatera Utara akan bekerjasama melakukan penanaman sekitar tiga juta batang pohon di berbagai kawasan yang termasuk dalam ekosistem Danau Toba, seperti kawasan Hutan Ginjang, Tapanuli Utara, kawasan wisata Hutan Salib Kasih, dan Tobasa, sebagai bentuk upaya memperbaiki dan memulihkan ekosistem sekitar.

“Atas sebuah prakarsa antara KHLK dan masyarkat, kami akan melakukan penanaman pohon, sebagai awalnya kami akan mencoba memperbaiki kawasan Hutan di sekitar Danau Toba,” kata Siti.

Hingga akhir tahun ini, KLHK berusaha melakukan penanaman 100 ribu batang Pohon di daerah Tapanuli Utara.

Siti menyatakan, kawasan Tapanuli Utara khususnya Hutan Salib Kasih menjadi salah satu kawasan yang memiliki kerusakan cukup parah.

Bupati Tapanuli Utara Nickson Nababan mengatakan, hampir seluruh masyarakat Tapanuli Utara menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata di sekitar Hutan Salib Kasih.

Untuk itu, Nickson sangat berharap pemerintah bisa segera melakukan pemulihan lingkungan pada kawasan hutan tersebut.

Lebih lanjut, Siti menyatakan untuk segera melakukan penyelamatan wilayah Salib Kasih ini.

Ia mengatakan akan segera memberikan surat keputusan perestorasian kawasan hutan Salib Kasih dalam waktu dekat.

Sejauh ini, KLHK telah melakukan penanaman sebanyak 7000 batang pohon pada aeral seluas 15 hektare di kawasan Danau Toba.

Upaya Restorasi ini, tutur Siti, diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar kawasan, baik melalui industri pariwisata maupun dari hasil pengelolaan danau.

Untuk diketahui, berdasarkan Kesepakatan Bali 2009 yang ditandatangani, ada sekitar 15 danau yang menjadi prioritas nasional untuk dipulihkan atau direstorasi.

Klasifikasi danau prioritas ini dikatagorikan berdasarkan tingkat kerusakan atau pencemaran, pemanfaatan danau, nilai strategis, komitmen pemerintah daerah, biodiversity, dan bencana.

Danau-danau yang termasuk dalam prioritas nasional itu adalah Danau Rawa Pening (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara), Singkarak dan Maninjau (Sumatera Barat), Kerinci (Jambi). Rawa Danau (Banten), Batur (Bali), Tempe dan Matano (Sulawesi Selatan) dan Poso (Sulawesi Tengah).

Selain itu, ada Danau Tondano (Sulawesi Utara), limboto (Gorontalo), Sentarum (Kalimantan Barat), Kaskade Mahakam (Semayang, Melintang, Jempang) di Kalimantan Timur, dan Danau Sentani (Papua).

Sumber:http://www.cnnindonesia.com

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *