Danau Toba Digoyang Gempa Tektonik

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), Daryono menginformasikan wilayah bagian utara Danau Toba, Sumatera, diguncang gempa bumi tektonik, Rabu (27/7/2016) sekira pukul 09.08 WIB.

Gempa bumi itu berkekuatan 3,9 skala richter dan berpusat di darat, pada jarak 29 kilometer arah tenggara Karo dengan kedalaman 10 kilometer.

“Jika ditinjau lokasi pusat gempa buminya, tampak gempa bumi yang terjadi tidak berkaitan dengan aktivitas Zona Sesar Sumatera. Karena episenter gempa bumi ini berada jauh di sebelah timur jalur Zona Sesar Sumatera,” papar Daryono saat dikonfirmasi wartawan.

Daryono memaparkan, jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, maka gempa bumi ini merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif.

Data geologi menunjukkan bahwa, di zona gempa bumi memang banyak terdapat sebaran struktur sesar lokal yang memungkinkan terjadinya reaktivasi sesar hingga memicu terjadi gempa bumi ini.

“Fenomena alam di Danau Toba itu sudah biasa terjadi. Hal ini disebabkan di daerah tersebut merupakan kawasan rawan gempa bumi. Selain akibat aktivitas sesar lokal, maka aktivitas gempa bumi di zona ini juga banyak dipengaruhi oleh keberadaan zona Sesar Sumatera yang melintas di sebelah barat Danau Toba,” paparnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan peta aktivitas kegempaan Sumatera, setiap tahun di wilayah Toba memang banyak terjadi aktivitas gempa bumi dengan kekuatan yang relatif kecil.

Sementara, Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilaya 1 Medan, Sunardi menuturkan, penyebab gempa terjadi karena akibat patahnya lempengan lokal. Sebab, di sekitar kawasan Danau Toba banyak patahan lempengan kecil.

“Itu merupakan gempa tektonik. Karena, banyak patahan lempengan di sana,” ujar Sunardi yang dihubungi Rabu malam.

Menurut dia, gempa yang terjadi saat ini tidak menyebabkan tsunami. Gempa itu terjadi di darat dan berkekuatan kecil, sehingga tidak berpotensi terjadi tsunami.

“Gempa itu masih kategori dangkal, tetapi masih dirasakan di sekitar kawasan Danau Toba. Namun, yang pastinya tidak berpotensi terjadi tsunami,” sebutnya.

Dia menuturkan, gempa yang terjadi ini memungkinkan terjadi susulan. Meski begitu, gempa susulan yang akan terjadi lebih kekuatannya lebih kecil dan tidak menyebabkan kerusakan.

“Gempa yang terjadi di sekitar Danau Toba merupakan hal biasa terjadi. Karena, di daerah tersebut banyak memiliki patahan lokal.”

“Oleh karenanya, memungkinan terjadi gempa kecil dan berkekuatan di bawah 5,0 skala richter. Namun, bukan berarti di daerah itu rawan gempa,” pungkasnya.

Sumber:http://sumut.pojoksatu.id

Post Author: Come To Lake Toba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *