Ikan Pora-pora, Buah Tangan dari Danau Toba

Setiap kali berpergian ke suatu tempat, tak sedikit wisatawan yang ingin membawa buah tangan atau oleh-oleh pulang ke rumah masing-masing. Dan bagi wisatawan lokal dari sekitar Sumatera Utara yang berwisata ke Danau Toba, maka kini tampaknya semakin banyak yang membawa pulang buah tangan berupa ikan pora-pora.

Ikan pora-pora adalah salah satu jenis ikan yang terdapat di perairan Danau Toba dan dijual oleh para pedagang di pasar tradisional Pangururan, Kabupaten Samosir. Selain membeli di situ untuk dibawa pulang, tak sedikit wisatawan yang menikmatinya langsung pada sejumlah rumah makan di sekitar Danau Toba. Ikan ini bila digoreng, menurut para penggemar kuliner, memiliki rasa gurih yang khas. Berbeda dengan ikan air tawar lainnya dari Danau Toba.

Sejumlah nelayan mengatakan, Danau Toba merupakan habitat yang cocok untuk mengembangkan ikan pora-pora. Saat ini, hasil tangkapan para nelayan sudah mencapai 40 ton perhari, dan masih bisa dikembangkan lagi bila permintaan pasar semakin banyak. Satu kilogram ikan dijual sekitar Rp 3.000 dalam kondisi basah, dan bila telah dikeringkan mencapai Rp 6.500 setiap kilogramnya.

Ikan pora-pora ini sebenarnya mirip ikan bilih yang dikenal di Danau Singkarak, Sumatera Barat. Namun jika dibandingkan, ikan yang hidup di perairan Danau Toba relatif lebih besar. Ikan ini sangat baik dikembangbiakkan, karena terhitung cepat bertambah jumlahnya. Pada usia tiga minggu ikan pora-pora sudah bertelur dan tiga hari kemudian telah menetas.

Para nelayan di Danau Toba menggunakan alat penangkap yang diberi nama sulangat. Para nelayan biasanya menggunakan sulangat untuk menangkap ikan pora-pora di Danau Toba mulai pukul 19.00 sampai keesokan harinya sekitar pukul 05.00 WIB. Setiap kali menangkap, mereka bisa memperoleh sampai sebanyak 50 kilogram.

Sayangnya, sampai saat ini ikan pora-pora hanya disajikan matang dengan digoreng atau dijual basah dan kering saja. Mungkin bila dikembangkan menjadi bahan untuk membuat penganan dan menu lainnya, dapat membuat ikan pora-pora semakin disukai. Misalnya diolah menjadi sejenis rempeyek dan lainnya. Siapa tahu ada yang berminat membuat menu-menu baru dengan menggunakan bahan ikan pora-pora?

Ikan Pora-pora, Buah Tangan dari Danau Toba

sumber: FDT2013

Post Author: Come To Lake Toba

1 thought on “Ikan Pora-pora, Buah Tangan dari Danau Toba

    oden

    (April 16, 2016 - 3:38 am)

    Ikan pora2nya joss..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *